Wakil Mensos Instruksikan Sentra Kemensos Fokus pada Pemberdayaan Penerima Manfaat Menuju Kemandirian

- Jumat, 24 April 2026 | 21:25 WIB
Wakil Mensos Instruksikan Sentra Kemensos Fokus pada Pemberdayaan Penerima Manfaat Menuju Kemandirian
Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo Priyono, baru-baru ini mengeluarkan instruksi yang cukup jelas. Ia meminta agar seluruh sentra dan balai di bawah naungan Kementerian Sosial lebih giat mengadakan kegiatan yang fokus pada pemakmuran dan pemberdayaan para penerima manfaat. Bukan cuma sekadar bantuan, tapi lebih ke arah membangun kemandirian. Arahan itu sendiri disampaikan saat ia menyempatkan diri meninjau langsung layanan di Sentra Wyata Guna, Bandung, pada Jumat (24/4) lalu. Suasana di sana, katanya, cukup memberi harapan. “Kita berharap nanti lewat Dirjen Rehsos, seluruh Sentra yang ada di Indonesia, kita memiliki 31 itu, nanti ada kegiatan-kegiatan memakmurkan Sentra dengan usaha-usaha yang melibatkan para penerima manfaat,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang dirilis hari itu juga. Begitu tiba di lokasi, sekitar pukul 13.47 WIB, Agus Jabo langsung memulai rangkaian kunjungannya. Pertama-tama, ia berdialog dengan para siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 9 Bandung yang kebetulan berada di lingkungan sentra tersebut. Obrolannya santai, tapi tetap serius. Setelah itu, ia berkeliling melihat langsung sejumlah kegiatan kewirausahaan. Ada produksi kue, agrowisata, peternakan ayam, sampai pembuatan batik ciprat. Semua dijalankan oleh para penerima manfaat baik yang tinggal di sentra (residensial) maupun peserta Program Keluarga Harapan (PKH) dari wilayah sekitar. Nah, di sela-sela kunjungan itu, Agus Jabo sempat berbincang dengan seorang penerima manfaat bernama Anisa. Usaha Anisa? Kue kering. “Jadi per bulannya kamu dapat penghasilan berapa?” tanya Agus Jabo, penasaran. “Kurang lebih Rp 8 juta pak,” jawab Anisa singkat. Dari situ, Agus Jabo menekankan satu hal. Kegiatan produktif seperti yang dijalankan Anisa yang punya dampak sosial sekaligus ekonomi perus diteruskan dan diperkuat. Ia yakin, dengan cara begini, semakin banyak penerima manfaat yang bisa mandiri. Bahkan, mereka bisa berangsur-angsur keluar dari daftar penerima bantuan sosial. “Nah itu yang dinamakan memakmurkan, disitu memakmurkan Sentra, memakmurkan penerima manfaat, yang memang selama ini membutuhkan, supaya mereka bisa punya keterampilan, kemudian bisa berdaya dan mandiri,” imbuhnya, agak bersemangat. Ia juga berharap, aktivitas di sentra tidak melulu soal rehabilitasi sosial. Harus ada dorongan untuk meningkatkan pendapatan lewat program pemberdayaan. Menurutnya, ini penting. “Jadi, ini akan melibatkan para penerima manfaat yang selama ini masuk ke DTSEN di sekitar Bandung ini, yang kira-kira nanti akan kita graduasi, nanti akan kita libatkan di sini, di samping PM (residensial) yang sudah ada di dalam Sentra itu sendiri,” jelasnya panjang lebar. Menjelang akhir kunjungan, ada satu momen simbolis. Agus Jabo menanam pohon kelengkeng di area sentra. Pohon itu, katanya, jadi bagian dari pengembangan agrowisata di Sentra Wyata Guna. “Ini adalah awalan dan kita berharap semua sentra yang ada di Indonesia di bawah Kemensos bisa memulai kegiatan memakmurkan Sentra,” pungkasnya. Kegiatan itu sendiri turut dihadiri oleh Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Supomo, Kepala Sentra Wyata Guna Bandung Feri Afrianto, dan sejumlah pemangku kepentingan lainnya.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar