Malut United Terancam Sanksi Kandang Tanpa Penonton Usai Suporter Serang Wasit

- Senin, 09 Maret 2026 | 17:00 WIB
Malut United Terancam Sanksi Kandang Tanpa Penonton Usai Suporter Serang Wasit

JAKARTA – Suasana mencekam masih menyelimuti Stadion Gelora Kie Raha usai laga. Sabtu (7/3/2026) lalu, pertandingan seru antara Malut United dan PSM Makassar yang berakhir 3-3 justru berujung pada insiden memalukan. Wasit FIFA, Thoriq Alkatiri, menjadi sasaran amuk segelintir suporter yang kecewa. Aksi pengejaran dan upaya penyerangan itu terekam jelas, viral di mana-mana, dan kini buntutnya kian panjang.

Klub asal Ternate itu kini hanya bisa menunggu. Menunggu vonis dari Komdis PSSI yang bisa jadi sangat berat. Ancaman terbesarnya? Bermain di kandang sendiri tanpa dukungan suporter.

Kekecewaan memang beralasan. Malut United sempat unggul 3-1, tapi gagal mempertahankannya. Namun begitu, alasan apapun tak bisa membenarkan aksi brutal terhadap wasit. Video yang beredar menunjukkan Thoriq dan rekan-rekannya terpaksa berlindung, tertahan di stadion hingga larut malam demi keamanan mereka.

Di tengah gemuruh kecaman, manajemen Malut United angkat bicara. Asisten Manajer, Weshley Hutagalung, dengan tegas membantah keterlibatan ofisial klub dalam kericuhan itu.

“Kami menunggu sidang Komdis PSSI karena pasti ada hukuman akibat kelalaian panpel di akhir pertandingan. Pihak panpel nantinya akan memberikan sanksi tegas kepada oknum suporter yang terlibat,”

Begitu penegasan Weshley di Jakarta, Senin (9/3/2026). Posisi klub jelas: kooperatif dan menyerahkan segalanya pada penyelidikan resmi.

Nah, soal sanksi, Komdis PSSI punya amunisi lengkap. Pasal 69 Kode Disiplin 2025 mengancam hukuman serius. Denda finansial minimal Rp40 juta sudah pasti menghadang akibat kegagalan panpel menjaga ketertiban. Lebih menohor lagi, sanksi untuk stadion: larangan penonton sama sekali, atau penutupan sebagian tribun. Belum lagi denda tambahan minimal Rp30 juta terkait perilaku buruk penonton.

Bayangkan jika sanksi kandang tanpa penonton benar-benar dijatuhkan. Empat laga kandang sisa musim ini melawan Dewa United, Persebaya Surabaya, Persis Solo, dan Persita Tangerang akan berlangsung sunyi. Suara gemuruh pendukung lokal tak akan terdengar, sebuah pukulan telak bagi semangat tim dan tentunya atmosfer sepak bola.

Di sisi lain, pelacakan pelaku sebenarnya punya modal kuat. Malut United sendiri yang menerapkan sistem verifikasi identitas via aplikasi ‘Malut UTD Access’ untuk setiap pembeli tiket. Data pribadi tersimpan rapi. Identifikasi oknum perusuh seharusnya bukan hal yang sulit bagi panitia pelaksana dan kepolisian.

Sementara spekulasi berembus, sang wasit korban, Thoriq Alkatiri, memilih diam. Saat dikonfirmasi, ia hanya menyatakan semua fakta telah tercantum dalam laporan resmi untuk Komdis PSSI. Titik. Sikapnya itu meninggalkan ruang bagi proses hukum yang kini bergulir untuk berbicara.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar