Lemkapi Bongkar Upaya Adu Domba Kapolri dan Presiden Prabowo

- Jumat, 30 Januari 2026 | 08:40 WIB
Lemkapi Bongkar Upaya Adu Domba Kapolri dan Presiden Prabowo

Jakarta - Suasana politik belakangan ini diwarnai oleh narasi-narasi yang cukup mengganggu. Menurut pengamatan Edi Hasibuan, Direktur Eksekutif Lemkapi, ada pihak-pihak tertentu yang gencar membangun opini negatif. Intinya sederhana: menggambarkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo tidak loyal kepada Presiden Prabowo Subianto.

“Tujuannya jelas banget, sebenarnya,” ujar Edi, yang juga dosen Pascasarjana Universitas Bhayangkara Jakarta.

“Yaitu untuk mengadu domba Kapolri dengan Presiden Prabowo Subianto.”

Pernyataan itu disampaikannya kepada media pada Jumat lalu. Menurutnya, opini itu disebarkan dengan sengaja, punya agenda yang transparan. Namun begitu, realitas di lapangan justru berkata lain. Koordinasi dan hubungan antara pimpinan Polri dan Istana, dalam pandangannya, tetap solid dan berjalan sangat baik. Soliditas itu bertahan meski terus dihujani upaya-upaya pecah belah.

Edi menegaskan, Kapolri justru terlihat fokus menjalankan tugas. Komitmennya untuk mendukung program Asta Cita Presiden disebutnya tak perlu diragukan lagi. Program-program turunannya pun sudah mulai berjalan dan dirasakan masyarakat.

“Kami melihat Kapolri terus fokus menyukseskan program Asta Cita Presiden Prabowo. Program tersebut bahkan sudah mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” katanya.

Ia memberi contoh konkret. Sebut saja pembangunan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Lalu, ada penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan. Itu semua adalah bagian dari kerja nyata.

Di sisi lain, seluruh jajaran Polri diklaim sedang bekerja keras. Tujuannya satu: memastikan program-program strategis dari Presiden itu berjalan optimal dan tepat sasaran. Tidak melenceng.

“Seluruh jajaran Polri terus bekerja keras untuk menyukseskan program Asta Cita Presiden Prabowo, termasuk program MBG yang manfaatnya sudah dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegas Edi.

Soal kedudukan institusi, Edi punya keyakinan kuat. Posisi Polri yang diputuskan DPR untuk tetap di bawah Presiden, menurutnya, sejalan dengan pandangan dan arah kebijakan Prabowo sendiri. Ia yakin Presiden akan mendukung penuh keputusan parlemen itu.

“Saya yakin Presiden Prabowo pasti mendukung keputusan DPR yang menyebutkan Polri tetap berada di bawah Presiden. Ini sudah sejalan dengan arah kebijakan beliau,” pungkasnya menutup pembicaraan.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar