Trump: Selat Hormuz Harus Dijaga Negara Pengguna, Bukan Tanggung Jawab AS

- Sabtu, 21 Maret 2026 | 19:35 WIB
Trump: Selat Hormuz Harus Dijaga Negara Pengguna, Bukan Tanggung Jawab AS

Presiden Amerika Serikat Donald Trump punya pesan jelas soal Selat Hormuz. Intinya, jangan andalkan AS. Dalam sebuah postingan di Truth Social, ia menegaskan bahwa tanggung jawab menjaga keamanan jalur laut vital itu harusnya ada di pundak negara-negara yang paling sering melintasinya.

"Selat Hormuz harus dijaga dan diawasi, jika perlu, oleh negara-negara lain yang menggunakannya," tulis Trump.

Ia lalu menambahkan, "Amerika Serikat tidak (banyak menggunakannya)."

Pernyataan ini muncul di tengah situasi yang masih panas. Perang antara AS-Israel dengan Iran sudah memasuki minggu ketiga, dan belum terlihat ujungnya. Selat Hormuz sendiri bukan jalur sembarangan. Ini adalah urat nadi perdagangan minyak dan gas dunia, tempat negara-negara Teluk mengirimkan energi mereka ke pasar Asia dan Eropa.

Sebenarnya, ini bukan kali pertama Trump angkat bicara. Sebelumnya, ia pernah mengusulkan dibentuknya koalisi multinasional untuk mengawal kapal-kapal yang melintas. Usul itu muncul karena selat kerap dianggap berbahaya akibat ancaman serangan dari Iran.

Editor: Erwin Pratama


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar