Presiden Amerika Serikat Donald Trump punya pesan jelas soal Selat Hormuz. Intinya, jangan andalkan AS. Dalam sebuah postingan di Truth Social, ia menegaskan bahwa tanggung jawab menjaga keamanan jalur laut vital itu harusnya ada di pundak negara-negara yang paling sering melintasinya.
"Selat Hormuz harus dijaga dan diawasi, jika perlu, oleh negara-negara lain yang menggunakannya," tulis Trump.
Ia lalu menambahkan, "Amerika Serikat tidak (banyak menggunakannya)."
Pernyataan ini muncul di tengah situasi yang masih panas. Perang antara AS-Israel dengan Iran sudah memasuki minggu ketiga, dan belum terlihat ujungnya. Selat Hormuz sendiri bukan jalur sembarangan. Ini adalah urat nadi perdagangan minyak dan gas dunia, tempat negara-negara Teluk mengirimkan energi mereka ke pasar Asia dan Eropa.
Sebenarnya, ini bukan kali pertama Trump angkat bicara. Sebelumnya, ia pernah mengusulkan dibentuknya koalisi multinasional untuk mengawal kapal-kapal yang melintas. Usul itu muncul karena selat kerap dianggap berbahaya akibat ancaman serangan dari Iran.
Tapi usulnya itu mentah. Baik sekutu tradisional seperti Inggris dan Prancis, maupun pesaing seperti China, Korea Selatan, dan Jepang, semuanya menolak. Mereka tampaknya tak tertarik.
Meski begitu, Trump tetap bersikap. Dalam postingannya, ia menawarkan bantuan dengan syarat. "Jika diminta, kami akan membantu negara-negara tersebut dalam upaya mereka di Hormuz, tetapi hal itu seharusnya tidak diperlukan setelah ancaman Iran dihilangkan," katanya.
Ia bahkan menyebut, menjaga selat itu seharusnya bukan perkara sulit bagi negara-negara pengguna. "Intinya, itu akan menjadi operasi militer yang mudah bagi mereka," klaimnya.
Sementara di medan perang, Trump memberi sinyal lain. Ia mengklaim tujuan perang AS hampir tercapai dan mengisyaratkan adanya penurunan skala operasi militer. Sebuah pernyataan yang mungkin ingin memberi kesan bahwa situasi mulai terkendali, meski di lapangan tembak masih terus berbunyi.
Artikel Terkait
Timnas Indonesia U-17 Tahan Gempuran China di Babak Pertama Piala Asia U-17
Indonesia Tuan Rumah Kualifikasi U-12 Junior Soccer World Challenge 2026, Jadi Peluang Emas Akademi dan SSB
LPSK Turun Tangan Tangani Kasus Kekerasan di Daycare Little Aresha Yogyakarta, 13 Permohonan Perlindungan Masuk
Roy Suryo Pamerkan Amplop Berisi Uang Pemberian Rismon Sianipar di Acara TV