“Saya juga rutin melakukan latihan sendiri. Saya meminta program dari tim dan tim medis untuk melakukan latihan fisioterapi,” jelasnya.
“Di luar itu saya juga membantu APPI untuk menjalankan organisasi. Jadi tidak menganggur.”
Bagi Hanif, tetap aktif secara mental sama pentingnya dengan pemulihan fisik. Berdiam diri tanpa kegiatan justru terasa menyiksa. “Artinya walaupun kaki saya tidak berjalan, otak saya masih berjalan. Saya merasa tidak berdaya kalau tidak melakukan apa-apa,” katanya dengan nada jujur.
Namun begitu, dia sepenuhnya sadar bahwa amanah yang diembannya bukan perkara mudah. Memimpin APPI adalah tanggung jawab besar. “Apalagi saya sudah diberikan amanah untuk menjadi Presiden APPI yang tentu tidak mudah,” ucap Hanif.
Di balik semua itu, ada proses pembelajaran yang berharga. Pengalaman memimpin organisasi ini dia anggap sebagai persiapan lain, selain tentunya memulihkan kondisi fisiknya. Harapannya jelas: bisa menjalankan tugas dengan baik di APPI, sekaligus kembali tampil membela Persija ketika musim depan tiba.
Artikel Terkait
Persib Buka Suara Soal Isu Investasi Rp1,5 Triliun dari Jerman
Persib Kejar Gelar, Persebaya dan PSM Berjuang di Jalur Berbeda Jelang Akhir Musim
Juventus Incar Emiliano Martinez, Kiper Aston Villa, untuk Perkuat Mistar Gawang
PSM Makassar Kembali Dihukum FIFA, Dilarang Transfer Tiga Periode