SURABAYA – Malam ini, duel klasik Persebaya kontra PSM Makassar diwarnai cerita yang jauh lebih dalam dari sekadar tiga poin. Ada aroma emosi yang kental. Di satu sisi, ada Yuran Fernandes, tembok raksasa Juku Eja. Di sisi lain, berdiri Bernardo Tavares, sang mantan mentor. Mereka akan berhadap-hadapan langsung di Gelora Bung Tomo pukul 20.30 WIB.
Pertarungan taktik dan mental ini sungguh menarik untuk disimak. Siapa, sih, yang akhirnya akan keluar sebagai pemenang?
Hubungan mereka bukan hubungan biasa. Selama tiga setengah tahun lebih, Yuran dan Tavares bahu-membahu membela panji Pasukan Ramang. Mereka sukses merebut gelar juara liga di musim pertama Tavares melatih di Indonesia. Ikatan yang terbangun lebih dari sekadar profesional; rasanya seperti keluarga.
Bagi Yuran, kontribusi Tavares untuk pemain muda di Makassar itu luar biasa. Pelatih asal Portugal itu dikenal nyali-nya besar dalam memberikan kepercayaan pada bibit lokal.
"Tavares melakukan pekerjaan yang sangat baik di PSM," ujar Yuran dalam konferensi pers, Selasa (24/2/2026).
Menurutnya, dedikasi sang pelatih telah mengangkat level permainan klub ke strata yang lebih tinggi.
Tapi, semua rasa hormat dan ikatan itu akan ditinggalkan di luar garis lapangan. Begitu peluit wasit berbunyi, Yuran bertekad untuk fokus total. Dia tahu betul filosofi permainan Tavares. Sebaliknya, Tavares juga paham sekali kelebihan dan celah kelemahan bek andalannya dulu.
"Namun untuk pertandingan besok, kita akan menjadi lawan selama 90 menit," tegas Yuran tanpa ragu.
Dia menyebut Tavares sebagai teman dekat, tapi kemenangan untuk PSM adalah segalanya. Di atas rumput hijau, tak ada tempat untuk perasaan yang mengganggu. Hanya fokus dan performa terbaik yang bisa mereka persembahkan.
Artikel Terkait
Yuran dan Tavares Siap Tinggalkan Kenangan demi Kemenangan di Duel Panas PSM vs Persebaya
Infantino Tegaskan Piala Dunia 2026 di Meksiko Tetap Aman Meski Ada Gelombang Kekerasan
PSM Makassar Hadapi Persebaya dalam Duel Penuh Muatan Taktik dan Emosional
Stefan Bradl: Marc Marquez Favorit Juara MotoGP 2026, Bezzecchi Jadi Ancaman Terbesar