SURABAYA Rivalitas itu selalu ada. Dan ketika PSM Makassar bertemu Persebaya Surabaya, aromanya terasa begitu kental. Ini bukan cuma soal perebutan angka di klasemen. Lebih dari itu, duel dua klub warisan Perserikatan ini adalah soal gengsi, emosi, dan tentu saja, momentum. Siapa yang bangkit, siapa yang terpuruk lebih dalam.
Buat PSM, laga ini punya beban tersendiri. Mereka tak cuma menghadapi lawan tangguh di kandangnya. Tapi juga berusaha melepaskan diri dari bayang-bayang masa lalu, dari era pelatih Bernardo Tavares yang dulu membawa mereka ke puncak. Sekarang, di bawah Tomas Trucha, mereka harus membuktikan diri.
Trucha sendiri mengakui jadwal yang kejam. Empat laga dalam 16 hari bukan main-main. Tapi alasan? Itu kata yang tak ada dalam kamusnya sekarang.
“Jadwal memang berat. Poin kami belum maksimal di beberapa laga terakhir. Tapi kami sudah analisis lawan. Sekarang bukan waktunya menunggu. Kami harus bertarung untuk setiap poin yang ada,” tegas pelatih asal Ceko itu, Selasa lalu.
Nada suaranya tegas. Ada urgensi di sana.
Adu Taktik Melawan Sang Arsitek Lama
Ceritanya makin seru karena di seberang sana, Persebaya kini justru ditukangi oleh Bernardo Tavares. Ya, orang yang sama yang membangun fondasi PSM selama tiga setengah tahun. Dia tahu seluk-beluk tim ini, karakternya, bahkan sebagian besar pemainnya.
Tapi Trucha berusaha meremehkan faktor itu. Baginya, ini cuma dinamika biasa sepak bola profesional.
“Saya tahu dia pernah jadi keluarga di sini dan menang trofi. Tapi ini profesional. Kami saling respek, tapi mereka siapkan tim mereka, kami siapkan tim kami,” ujarnya singkat.
Fokusnya sekarang lebih pada perbaikan teknis. Menurutnya, servis bola mati dan distribusi umpan harus ditingkatkan. Itu yang sering jadi masalah.
“Servis itu bagian penting. Kami sempat melakukan kesalahan. Sudah pasti, kami dan mereka juga, berusaha memperbaiki hal ini,” tambah Trucha.
Kesempatan Sama untuk Bangkit
Kalau melihat catatan akhir-akhir ini, baik PSM maupun Persebaya sama-sama lagi tidak enak bentuknya. Itu yang bikin laga ini makin penting. Siapa yang bisa bangkit duluan?
Artikel Terkait
Tiwi/Fadia Tersingkir di Semifinal BAC 2026 Usai Dikalahkan Ganda Putri China
Pelatih Persija Bela Cyrus Margono Usai Debut Pahit: Jangan Dinilai dari Satu Laga
Souto Soroti Kesalahan Dasar Meski Timnas Futsal Lolos ke Final AFF
Alex Marquez Akui Persaingan Gila dan Kejar Podium Perdana MotoGP 2026