Bursa Efek Indonesia (BEI) baru-baru ini meminta penjelasan resmi dari PT Berkah Prima Perkasa Tbk (BLUE). Permintaan klarifikasi itu menyusul kabar rencana akuisisi saham perseroan oleh Dragonmine Mining Hong Kong Limited.
Menanggapi hal tersebut, manajemen BLUE akhirnya buka suara. Mereka menegaskan bahwa negosiasi memang sedang berjalan, tapi masih terjadi di level pemegang saham. "Hingga saat ini belum ada perkembangan lanjutan dari proses negosiasi yang dapat diungkapkan kepada publik," ujar manajemen BLUE melalui surat resmi yang dikirim ke BEI, Selasa (25/11/2025).
Jadi, belum ada keputusan final yang perlu diumumkan ke publik. Begitulah kira-kira poin utamanya.
Proses pengambilalihan ini melibatkan sejumlah nama. Di sisi penjual, ada Herman Tansri, Siek Agung Guntoro, Fadjar Tasrif, Rudy Tasrif, serta PT Cetak Biru Kapital. Sementara Dragonmine bertindak sebagai calon pengendali baru.
Menariknya, dalam surat yang disampaikan ke BEI pada 25 September lalu, manajemen sempat menyatakan belum ada rencana divestasi dari pemegang saham besar. Tapi situasi berubah. Dragonmine mulai menginisiasi pembicaraan awal setelah tanggal itu, lalu negosiasi yang lebih spesifik baru benar-benar dimulai awal November 2025.
Karena itulah, perseroan kemudian mengumumkan dimulainya negosiasi pada 4 November 2025. Langkah ini diambil untuk mematuhi aturan POJK 9/2018 tentang pengambilalihan perusahaan terbuka.
Lantas, apa rencana Dragonmine ke depan? Menurut penjelasan manajemen, calon investor asal Hong Kong ini tidak berencana melakukan delisting saham BLUE dari BEI. Mereka juga tidak punya niat melikuidasi perusahaan atau mengubah status BLUE jadi perusahaan tertutup.
Justru sebaliknya. Dragonmine disebut melihat potensi yang bisa digali dan ingin mengembangkan BLUE sebagai perusahaan tercatat.
“Tujuan pengambilalihan adalah untuk pengembangan bisnis serta investasi Dragonmine di Indonesia,” tulis manajemen dalam suratnya.
Dragonmine sendiri berkantor pusat di Harcourt Road, Central, Hong Kong. Perusahaan ini bergerak di bidang investasi, pengelolaan investasi, serta jasa konsultasi.
Jika akuisisi ini akhirnya tuntas, rencananya Dragonmine akan menyinergikan kegiatan usahanya dengan BLUE. BLUE nantinya akan berperan sebagai anak perusahaan dalam kelompok usaha Dragonmine.
Manajemen juga menegaskan satu hal penting: "Tidak terdapat hubungan afiliasi antara Dragonmine dengan BLUE maupun para pemegang sahamnya."
Jadi, untuk sekarang semua masih dalam tahap pembicaraan. Mari kita tunggu perkembangan selanjutnya.
Artikel Terkait
Kapal Kontainer Anak Usaha Samudera Indonesia Tenggelam di Selat Singapura, Seluruh Kru Selamat
IHSG Diprediksi Masih Rawan Koreksi, Analis Soroti Potensi Lanjutkan Tren Penurunan
JKON Bagikan Dividen Tunai Rp32,6 Miliar, Masing-masing Saham Terima Rp2
Pelemahan Rupiah Tahan Anjloknya Harga Emas Domestik, Analis Ungkap Anomali Pasar