Justru sebaliknya. Dragonmine disebut melihat potensi yang bisa digali dan ingin mengembangkan BLUE sebagai perusahaan tercatat.
“Tujuan pengambilalihan adalah untuk pengembangan bisnis serta investasi Dragonmine di Indonesia,” tulis manajemen dalam suratnya.
Dragonmine sendiri berkantor pusat di Harcourt Road, Central, Hong Kong. Perusahaan ini bergerak di bidang investasi, pengelolaan investasi, serta jasa konsultasi.
Jika akuisisi ini akhirnya tuntas, rencananya Dragonmine akan menyinergikan kegiatan usahanya dengan BLUE. BLUE nantinya akan berperan sebagai anak perusahaan dalam kelompok usaha Dragonmine.
Manajemen juga menegaskan satu hal penting: "Tidak terdapat hubungan afiliasi antara Dragonmine dengan BLUE maupun para pemegang sahamnya."
Jadi, untuk sekarang semua masih dalam tahap pembicaraan. Mari kita tunggu perkembangan selanjutnya.
Artikel Terkait
Emas Melonjak, Analis Ramalkan Sentuhan Rekor Baru di Atas USD 5.000
Emas Antam Tembus Rp 2,6 Juta, Kenaikan Tajam Warnai Pasar Pekan Lalu
Gairah Asing Borong Saham, IHSG Tembus Rekor Baru
Sertifikat SMKHP Buka Pasar Global, Selamatkan Ekspor Udang Rp 63 Miliar