Justru sebaliknya. Dragonmine disebut melihat potensi yang bisa digali dan ingin mengembangkan BLUE sebagai perusahaan tercatat.
“Tujuan pengambilalihan adalah untuk pengembangan bisnis serta investasi Dragonmine di Indonesia,” tulis manajemen dalam suratnya.
Dragonmine sendiri berkantor pusat di Harcourt Road, Central, Hong Kong. Perusahaan ini bergerak di bidang investasi, pengelolaan investasi, serta jasa konsultasi.
Jika akuisisi ini akhirnya tuntas, rencananya Dragonmine akan menyinergikan kegiatan usahanya dengan BLUE. BLUE nantinya akan berperan sebagai anak perusahaan dalam kelompok usaha Dragonmine.
Manajemen juga menegaskan satu hal penting: "Tidak terdapat hubungan afiliasi antara Dragonmine dengan BLUE maupun para pemegang sahamnya."
Jadi, untuk sekarang semua masih dalam tahap pembicaraan. Mari kita tunggu perkembangan selanjutnya.
Artikel Terkait
BSDE Targetkan Prapenjualan Rp10 Triliun pada 2026, Andalkan BSD City
DIVA Lepas 28,5 Juta Saham Treasuri ke Pasar Mulai 11 Maret
RMK Energy Beli Kembali 2,3 Juta Saham Senilai Rp10 Miliar
IHSG Naik 0,50%, Saham JAYA Melonjak 35% Jadi Top Gainer