Nasib Inter Milan bak gantungan di ujung tanduk. Mereka akan menjamu Bodo/Glimt di leg kedua play-off Liga Champions, dan situasinya benar-benar tidak menguntungkan. Laga yang digelar di San Siro pada 25 Februari 2026 nanti, bakal jadi ujian terberat musim ini.
Tekanannya luar biasa. Setelah tumbang 1-3 di Norwegia, Inter wajib menang dengan selisih minimal dua gol. Kalau cuma 2-0, ya, perpanjangan waktu. Tapi untuk lolos langsung, butuh tiga gol bersih. Susah? Sudah pasti.
Luka dari Leg Pertama Masih Perih
Kekalahan di kandang Bodo/Glimt itu pukulan telak. Pertahanan yang biasa jadi andalan, ambruk juga menghadapi serangan cepat dan agresif mereka. Tim Norwegia itu efisien banget. Mereka tahu cara memanfaatkan setiap kesalahan lawan.
Jadinya, skenarionya jelas dan kejam: menang besar atau pulang. Nggak ada ruang untuk alasan lagi.
Momentum yang Berbeda Jauh
Kalau lihat performa terkini, kontrasnya bikin was-was. Inter lagi naik-turun. Baru saja mereka meraih kemenangan, eh tiba-tiba kalah di pertandingan yang seharusnya bisa dimenangkan. Stabilitas tim seperti goyah.
Artikel Terkait
Bank Dunia: Ekspor Komoditas dan Subsidi BBM Jadi Bantalan Ekonomi Indonesia
Anggota DPR Desak Polri Tindak Tegas Premanisme Usai Kasus Pengeroyokan di Purwakarta
Tabrakan Beruntun di Jalur Purworejo-Magelang Tewaskan Satu Orang
Presiden Prabowo Buka Munas IPSI, Dukung Pencak Silat Menuju Olimpiade