Kemacetan parah di Pelabuhan Gilimanuk, Bali, memaksa pemerintah angkat bicara. Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, tak tanggung-tanggung menyampaikan permintaan maaf resmi kepada para pemudik yang terjebak antrean panjang. Insiden ini terjadi di musim mudik Lebaran 2026, tepatnya di lintasan penyeberangan strategis menuju Ketapang di Jawa Timur.
Prasetyo Hadi mengakui, lonjakan kendaraan yang luar biasa besar jadi penyebab utama kelumpuhan di area pelabuhan. “Kami mohon maaf, ada penumpukan oleh karena traffic yang cukup luar biasa di penyeberangan Ketapang dan Gilimanuk itu,” ujarnya.
Ia menegaskan, evaluasi cepat sedang digenjot. Petugas gabungan juga sudah diterjunkan untuk mengurai kemacetan di titik-titik krusial. Tapi, situasi di lapangan memang cukup memprihatinkan.
Pantauan selama tiga hari terakhir menggambarkan betapa ruwetnya kondisi itu. Antrean kendaraan, baik roda dua maupun mobil, mengular begitu panjang menuju Gilimanuk. Puncak kepadatannya bikin merinding ekor kemacetan membentang sampai radius 30 kilometer dari gerbang pelabuhan. Bayangkan!
Akibatnya, para pemudik terpaksa bertahan di jalanan. Waktu tunggu untuk sekadar bisa naik kapal penyeberangan melambung hingga lebih dari sembilan jam. Tak heran, ruas Ketapang-Gilimanuk langsung dicap sebagai salah satu titik kemacetan paling fatal sepanjang operasi mudik tahun ini.
Di tengah kekacauan itu, pemerintah masih menemukan secercah apresiasi. Mereka berterima kasih pada warga yang sudah berusaha mendistribusikan waktu keberangkatan mudiknya. Upaya kecil ini dianggap membantu, meski belum cukup untuk mengatasi gelombang besar pemudik.
Tak lupa, apresiasi juga ditujukan kepada seluruh petugas di lapangan. Dari aparat hingga instansi terkait, mereka disebut telah bekerja keras tanpa lelah untuk menjaga mobilitas warga tetap berjalan, sekalipun dalam kondisi yang sangat tidak ideal.
Artikel Terkait
Polres Bengkalis Gelar Doa Bersama dan Santunan Anak Yatim Peringati Tahun Baru Islam 1448 H dan Hari Bhayangkara ke-80
Qatar Mediasi Iran-AS, Kesepakatan Buka Jalur Selat Hormuz dan Inspeksi Nuklir Tinggal Finalisasi
Jemaah Haji Aceh yang Wafat di Tanah Suci Bertambah Jadi 10 Orang, Sebelas Lainnya Masih Dirawat
Mahasiswi di Samarinda Ditembak Mantan Pacar karena Tak Terima Putus