Iran Bantah Klaim AS Soal Rudal yang Bisa Capai Wilayahnya

- Rabu, 25 Februari 2026 | 17:10 WIB
Iran Bantah Klaim AS Soal Rudal yang Bisa Capai Wilayahnya

Iran kembali melontarkan bantahan keras. Kali ini, menyasar pernyataan Amerika Serikat soal program rudal mereka yang disebut bisa mengancam wilayah AS. Kementerian Luar Negeri Iran dengan tegas menyebut klaim itu tak lebih dari "dusta besar".

Bantahan ini muncul tak lama setelah Presiden AS Donald Trump berpidato. Dalam pidatonya, Trump menyebut Iran sedang mengembangkan rudal yang jangkauannya bisa mencapai Amerika Serikat.

Menanggapi hal itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, menulis di media sosial X.

"Apa pun yang mereka tuduhkan terkait program nuklir Iran, rudal balistik Iran, dan jumlah korban jiwa selama kerusuhan Januari, hanyalah pengulangan 'dusta besar',"

Kutipan itu dilaporkan kantor berita AFP, Rabu (25/2/2026). Menariknya, Baqaei tak secara spesifik menyebut nama Trump atau detail klaimnya. Namun waktu penulisannya yang berdekatan dengan pidato Trump membuat kaitannya sulit diabaikan.

Sebenarnya, sikap Iran soal kemampuan militernya ini sudah pernah diungkap. Beberapa waktu lalu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dalam wawancara dengan Al Jazeera mengakui sesuatu.

Menurutnya, Teheran tidak punya kemampuan untuk menargetkan daratan AS secara langsung. Tapi, dia punya peringatan: jika Washington berani menyerang, pangkalan-pangkalan militer Amerika di Timur Tengah akan jadi sasaran balasan.

Di sisi lain, Trump tampaknya tak bergeming. Dalam pidato kenegaraannya Selasa (24/2) waktu setempat, dia kembali menegaskan sikap kerasnya. Iran, katanya, tak akan pernah diizinkan memproduksi senjata nuklir. Dia bahkan menyebut para pemimpin di Teheran saat ini kembali mengejar ambisi nuklir yang menurutnya jahat.

Jadi, situasinya tetap panas. Saling serang lewat pernyataan terus berlanjut, dan dunia kembali menunggu, melihat bagaimana ketegangan antara dua negara lama berseteru ini akan berkembang selanjutnya.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar