ZURICH Di tengah laporan-laporan kekacauan yang membanjiri berita, Presiden FIFA Gianni Infantino justru menyatakan keyakinannya yang tak tergoyahkan. Dalam komentar pertamanya menyusul gelombang kekerasan di Meksiko, ia dengan tegas mendukung penyelenggaraan Piala Dunia di negara tersebut.
"Sangat yakin, semuanya baik-baik saja," ujarnya kepada AFP. "Ini akan spektakuler."
Infantino memberikan pernyataan itu di Barranquilla, Kolombia. Wawancara itu berlangsung hanya dua hari setelah para anggota kartel mengamuk di seantero Meksiko termasuk di Guadalajara, salah satu kota tuan rumah Piala Dunia mendatang.
Kekerasan itu dipicu oleh satu peristiwa berdarah: operasi militer yang berhasil menewaskan Nemesio "El Mencho" Oseguera, pemimpin Kartel Generasi Baru Jalisco (CJNG) yang sangat berpengaruh. Operasi di sebuah peternakan dekat Guadalajara itu memicu bentrokan sengit antara pasukan keamanan dan geng narkoba.
Korban jiwa, menurut hitungan resmi, mencapai sedikitnya 74 orang. Pemerintah menyatakan hanya satu warga sipil di antara korban tewas. Namun begitu, suasana di lapangan sungguh mencekam.
Warga dan turis berlarian mencari tempat aman. Anggota kartel memblokir jalan-jalan raya di 20 negara bagian, membakar mobil dan bus, serta meneror bisnis-bisnis lokal. Situasi itu menggambarkan betapa rapuhnya ketertiban.
Di sisi lain, Meksiko bukanlah satu-satunya tuan rumah. Mereka berbagi peran dengan Amerika Serikat dan Kanada untuk Piala Dunia yang akan digelar 11 Juni hingga 19 Juli nanti. Tekanan untuk memastikan keamanan jelas sangat besar.
Infantino, dengan pernyataannya yang singkat itu, seolah ingin meredam keraguan. Tapi di balik kata-kata "spektakuler" itu, tantangan nyata masih menunggu untuk dihadapi.
Artikel Terkait
Carrick Minta Dana Rp3 Triliun untuk Boyong Tonali dan Ederson ke Manchester United
Chelsea dan Newcastle Bahas Transfer Lima Pemain Sekaligus Jelang Bursa Musim Panas 2026
Bobby/Melati Tersingkir di 16 Besar Singapore Open Usai Kalah Dramatis dari Wakil China
FIFA Konfirmasi Hadiah Piala Dunia 2026 Capai Rp11,67 Triliun, Tertinggi Sepanjang Sejarah