Barcelona kembali menduduki puncak klasemen La Liga setelah menaklukkan Levante dengan skor telak 3-0 di Camp Nou, Minggu malam. Tapi, yang lebih banyak dibicarakan justru bukan kemenangan itu sendiri. Sorotan beralih ke ekspresi kesal Lamine Yamal saat ia ditarik keluar lapangan oleh Hansi Flick.
Pemain muda itu jelas-jelas frustrasi. Wajahnya masam, langkahnya berat. Momen itu mencuri perhatian di tengah performa dominan Blaugrana yang sebenarnya berjalan mulus. Tiga gol dicetak oleh Marc Bernal, Frenkie de Jong, dan Fermin Lopez, mengamankan tiga poin penuh dan mengembalikan kursi puncak dari cengkeraman Real Madrid.
Namun begitu, amarah Yamal itu justru ditanggapi dengan dingin oleh sang pelatih. Bagi Flick, reaksi seperti itu wajar dan bahkan menunjukkan karakter.
“Saya pikir itu normal dia marah. Yang paling penting bagi saya kami bermain dan ada pemain yang layak bermain seperti Roony. Dia pemain yang sangat profesional dan saat masuk dia bermain dengan baik. Saya fokus pada hal itu,”
ujar Flick dalam konferensi pers seusai laga.
Di sisi lain, Flick sangat puas dengan respons timnya. Kemenangan ini dianggap sebagai jawaban yang tepat setelah sempat tergelincir pekan sebelumnya.
“Hari ini kami memberikan respons yang sangat baik. Kami sudah banyak berbicara dan saya melihatnya tercermin di lapangan. Sangat penting mencetak gol cepat. Itu memberi kami kepercayaan diri sejak awal. Kami terus berkembang dan pantas menang,”
tambahnya.
Sementara drama kecil Yamal terjadi, ada satu nama yang bersinar: João Cancelo. Performanya hari ini luar biasa, terutama di babak pertama. Dia menjadi motor serangan, menciptakan peluang demi peluang dengan gerakan dan umpan-umpan cerdasnya. Flick pun tak segan memujinya.
“Kita lihat saja apakah dia tetap di starting eleven. Joao menunjukkan kekuatannya hari ini. Dia menciptakan peluang dan itu pertandingan yang sangat bagus darinya. Dia pemain luar biasa. Kami melihat semua kualitasnya, bagaimana dia menciptakan banyak peluang. Itu yang saya inginkan,”
kata Flick.
Secara keseluruhan, kemenangan 3-0 ini punya arti strategis. Bukan cuma soal tiga poin, tapi juga momentum dan kepercayaan diri. Barcelona kembali memegang kendali.
Meski begitu, Flick tetap berusaha menahan euforia.
“Penting untuk kembali ke puncak, tetapi perjalanan masih panjang. Saya senang kami memberi respons yang baik. Tidak semuanya sempurna. Namun kami menang 3-0, kami mendapat tiga poin dan itu yang paling penting,”
tegasnya.
Jadi, di balik kemenangan yang nyaman, ada cerita lain yang tersisa. Ekspresi kesal Lamine Yamal mungkin hanya sekejap, tapi itu cukup menjadi gambaran. Ambisi besarnya untuk terus bermain dan berkontribusi terpancar jelas. Dan dalam dunia sepak bola level tinggi, sifat kompetitif seperti itu justru berharga.
Artikel Terkait
PBSI Kirim 24 Atlet Lebih Awal ke Inggris untuk Aklimatisasi Jelang All England 2026
Bagnaia Pastikan Keputusan Kontrak 2027 Segera Diumumkan
Persib Kalahkan Persita 1-0, Kokoh di Puncak Klasemen
Pelatih Persita Tegaskan Fokus Raih Poin, Abaikan Dampak Laga untuk Persija