Program itu bukan sekadar teori. Shin terlibat langsung, turun tangan melatih anak-anak muda. Tujuannya jelas: membangun disiplin dan mental juara sejak dini. Fondasi yang kuat di usia muda dianggap kunci untuk mencetak pemain profesional yang tangguh di masa depan.
Dari program ini, akan dipilih 50 peserta terbaik. Dan dari sana, 11 pemain beruntung akan mendapatkan beasiswa eksklusif untuk menuju STY Academy. Ini adalah bentuk dukungan nyata bagi mereka yang punya mimpi besar di dunia sepak bola.
“Perhatian utama saya selalu pada performa pemain,” tegas Shin Tae-yong.
Prinsipnya sederhana tapi jelas. Dia ingin setiap pemain bergerak cepat, aktif, dan punya fokus penuh di lapangan. Hanya dengan begitu, perkembangan maksimal bisa dicapai. Jadi, meski tak lagi memegang kendali penuh tim nasional, semangatnya untuk membangun sepak bola Indonesia ternyata belum padam. Malah, mungkin sedang menemukan bentuk barunya.
Artikel Terkait
Heineken Gelar Kampanye Nobar Liga Champions, Janjikan Perjalanan ke Final di Budapest
Ekspresi Hancur Lamine Yamal Soroti Kekalahan Barcelona dari Atletico Madrid
Timnas Futsal Indonesia Juara Grup B, Hadapi Vietnam di Semifinal Piala AFF 2026
Goh Liu Ying Beralih Peran: Dari Atlet Perak Olimpiade Jadi Pelatih dan Pengusaha