murianetwork.com - European Super League (ESL) kembali menggebrak setelah keputusan mengejutkan dari Pengadilan Uni Eropa yang membatalkan larangan sebelumnya.
Pelarangan yang dijatuhkan FIFA dan UEFA dianggap tidak sah berdasarkan hukum kompetisi dan kebebasan layanan.
Hasilnya, ESL bangkit kembali dengan semangat baru dan mengumumkan format kompetisi yang revolusioner.
Baca Juga: Angkat Bicara, PO Rosalia Indah Siap Pecat Jika Crew-nya Benar Melakukan Pencurian iPad
Perusahaan penyelenggara ESL, A22, mengungkapkan format yang menggairahkan.
Mereka menegaskan bahwa partisipasi klub akan didasarkan pada pencapaian olahraga, tanpa anggota tetap, sambil memastikan klub tetap aktif di liga domestik mereka.
Artikel Terkait
Julio Cesar Siap Hadapi Badai Emosi Derbi Persib vs Persija di GBLA
Debut Rosenior di Chelsea Dibuka dengan Pesta Gol di Piala FA
Jonatan Christie Akui Keunggulan Kunlavut Usai Tumbang di Semifinal Malaysia Open
Drama 10 Gol di Etihad, Dua Bunuh Diri Perparah Pesta City