Jelas sekali, tantangan yang dihadapi manajemen baru ini tidak main-main. Mereka masuk di tengah kondisi internal yang berantakan, dan memperbaikinya di tengah musim yang sudah berjalan tentu butuh usaha ekstra dan dana yang tidak sedikit. Ambisi pribadi? Mereka tegas menampiknya. Satu-satunya kepentingan adalah menyelamatkan marwah klub kebanggaan Kota Semarang itu.
Nah, untuk mewujudkan target realistis keluar dari zona degradasi grup timur dukungan dari suporter mutlak diperlukan. Manajemen secara khusus meminta semangat dari Panser Biru dan Snex. Di sisa laga nanti, teriakan dan dukungan mereka bakal jadi energi penting bagi para pemain yang jelas-jelas sedang terbebani.
Di sisi lain, Wafa Amri juga menyelipkan peringatan. Ia meminta agar pihak lain, termasuk pendukung tim lain, tidak ikut campur dan memperkeruh keadaan. Biarkan PSIS fokus pada proses penyelamatan yang sedang dijalani.
“Silakan fokus kepada tim yang kalian dukung,” tegasnya. “Jangan mengalihkan fokus kami untuk memenuhi target dan kejayaan bersama di PSIS.”
Pernyataan itu seperti penegasan. Bahwa dari dalam, PSIS memilih untuk bersatu dan melihat kenyataan dengan mata terbuka. Mereka harus rela menelan kenyataan pahit: tahun ini, perburuan gelar bukanlah cerita mereka. Perjuangan dimulai dari dasar, dari upaya keras sekadar untuk tetap bertahan.
Artikel Terkait
Pelatih Dewa United Ingatkan Ivar Jenner: Panggilan Timnas Bukan Akhir Segalanya
Thom Haye: Persib Siap Bertempur Mati-matian untuk Pertahankan Puncak Klasemen di Padang
Tiga Striker Brasil Bersaing Ketat di Puncak Klasemen Pencetak Gol Super League
Mohamed Salah Diprediksi Tinggalkan Liverpool, Liga Pro Saudi Jadi Tujuan Utama