Setelah Ramadan usai, umat Islam memasuki bulan Syawal. Nah, di bulan ini ada satu amalan sunah yang punya keutamaan luar biasa: puasa enam hari. Konon, pahalanya setara dengan berpuasa setahun penuh. Lumayan banget, kan?
Puasa Syawal itu dikerjakan selama enam hari. Memang sih, yang paling utama dilakukan berturut-turut mulai tanggal 2 Syawal. Tapi nggak harus gitu juga. Intinya, selama masih dalam bulan Syawal, puasa ini bisa kamu lakukan kapan saja. Fleksibel.
Lalu, gimana untuk tahun 2026? Kapan batas akhirnya? Soalnya, tahun depan ada perbedaan penetapan awal Syawal antara pemerintah dan Muhammadiyah. Ini yang perlu diperhatikan.
Kapan Terakhir Puasa Syawal 2026?
Jadi begini. Puasa sunah ini boleh dilakukan kapan saja sepanjang bulan Syawal. Tapi ya, kalau bisa sih berurutan setelah Idulfitri.
Nah, untuk tahun 2026, ternyata tanggal 1 Syawal 1447 H itu ditetapkan berbeda. Pemerintah menetapkannya pada Sabtu, 21 Maret 2026. Sementara itu, Muhammadiyah lewat kalendernya menyatakan Jumat, 20 Maret 2026.
Perbedaan itu otomatis memengaruhi akhir bulan Syawal. Kalau ikut kalender pemerintah, Syawal 2026 berakhir pada Sabtu, 18 April 2026. Sedangkan menurut Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) Muhammadiyah, bulan Syawal berakhir lebih cepat, yaitu Jumat, 17 April 2026.
Dari sini bisa disimpulkan: batas akhir puasa Syawal 2026 kemungkinan besar jatuh pada 17 April (ikut Muhammadiyah) atau 18 April 2026 (ikut penetapan pemerintah). Jadi, sesuaikan saja dengan keputusan yang biasa kamu ikuti.
Soal Niat, Gimana Sih?
Menurut penjelasan dari MUI, aturan niat untuk puasa sunah ini lebih longgar. Kalau puasa wajib kan harus dari malam hari. Untuk puasa Syawal, kamu bisa berniat sejak malam, atau bahkan di siang hari asal belum makan atau minum sama sekali sejak subuh. Praktis banget buat yang suka lupa.
Berikut beberapa lafaz niatnya.
Pertama, niat untuk puasa berurutan enam hari, dibaca malam sebelumnya:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سِتَّةٍ مِنْ شَوَّالٍ للهِ تعالى
Nawaitu shauma ghadin 'an adai sittatin min syawwal lillahi ta'ala
Artinya, "Saya niat puasa pada esok hari untuk menunaikan puasa sunah enam hari dari bulan Syawal karena Allah Ta'ala."
Kedua, niat untuk puasa tidak berurutan, juga dibaca malam hari:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin 'an adâ'i sunnatis Syawwâli lillâhi ta'âlâ
Artinya, "Aku berniat puasa sunnah Syawal esok hari karena Allah ta'ala."
Terakhir, niat dadakan di siang hari:
نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma hâdzal yaumi 'an adâ'i sunnatisy Syawwâli lillâhi ta'âlâ
Artinya, "Aku berniat puasa sunnah Syawal hari ini karena Allah ta'ala."
Gitu kira-kira. Intinya, puasa Syawal ini kesempatan emas buat nambah pahala. Jangan sampai kelewatan, ya!
Artikel Terkait
Vinicius Junior Tegaskan Real Madrid Klub Impian, Tak Buru-buru Perpanjang Kontrak
TNI AL Temukan Kandungan Logam Tanah Jarang dan Unsur Radioaktif di 25 Kontainer Ilegal Batam
Pria Tenggelam Saat Cuci Usus Sapi Kurban di Anak Sungai Musi Palembang
Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko Tutup Lebih Awal saat Waisak, Pengunjung Hanya Boleh hingga Pelataran