PSIS Semarang Turunkan Target: Bertahan Jadi Prioritas Utama Musim Depan

- Selasa, 17 Februari 2026 | 11:00 WIB
PSIS Semarang Turunkan Target: Bertahan Jadi Prioritas Utama Musim Depan

JAKARTA – Suasana di markas Laskar Mahesa Jenar mendadak berubah. Bukan kabar gembira yang datang, melainkan pengumuman yang terpaksa disampaikan. Manajemen PSIS Semarang, dalam sebuah langkah berani, memutuskan untuk mengubah haluan total untuk musim Championship 2025/2026 ini. Impian juara? Harus ditangguhkan dulu.

Targetnya kini jauh lebih sederhana, tapi justru lebih berat: bertahan. Ya, sekadar bertahan dari ancaman degradasi. Itulah misi utama yang harus diemban, sebuah target yang terasa pahit untuk klub sebesar PSIS.

Melalui unggahan di akun Instagram resminya, manajemen klub tak berusaha menutupi keadaan. Mereka mengaku sedang berada di situasi yang serba sulit. Wafa Amri, Sekretaris Tim, dengan gamblang menjelaskan bahwa fokus utama saat ini bukan lagi menatap puncak klasemen.

“Kami datang dengan kondisi tim kurang kondusif dan punya misi untuk mengangkat performa tim ini,” ujar Wafa.

Ia melanjutkan, “Ini bukan tugas mudah, apalagi murah.”

Jelas sekali, tantangan yang dihadapi manajemen baru ini tidak main-main. Mereka masuk di tengah kondisi internal yang berantakan, dan memperbaikinya di tengah musim yang sudah berjalan tentu butuh usaha ekstra dan dana yang tidak sedikit. Ambisi pribadi? Mereka tegas menampiknya. Satu-satunya kepentingan adalah menyelamatkan marwah klub kebanggaan Kota Semarang itu.

Nah, untuk mewujudkan target realistis keluar dari zona degradasi grup timur dukungan dari suporter mutlak diperlukan. Manajemen secara khusus meminta semangat dari Panser Biru dan Snex. Di sisa laga nanti, teriakan dan dukungan mereka bakal jadi energi penting bagi para pemain yang jelas-jelas sedang terbebani.

Di sisi lain, Wafa Amri juga menyelipkan peringatan. Ia meminta agar pihak lain, termasuk pendukung tim lain, tidak ikut campur dan memperkeruh keadaan. Biarkan PSIS fokus pada proses penyelamatan yang sedang dijalani.

“Silakan fokus kepada tim yang kalian dukung,” tegasnya. “Jangan mengalihkan fokus kami untuk memenuhi target dan kejayaan bersama di PSIS.”

Pernyataan itu seperti penegasan. Bahwa dari dalam, PSIS memilih untuk bersatu dan melihat kenyataan dengan mata terbuka. Mereka harus rela menelan kenyataan pahit: tahun ini, perburuan gelar bukanlah cerita mereka. Perjuangan dimulai dari dasar, dari upaya keras sekadar untuk tetap bertahan.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar