Buronan KKB Pulan Wonda, Tersangka Penyerangan ke Jenderal Tito, Ditangkap di Papua

- Jumat, 03 April 2026 | 17:00 WIB
Buronan KKB Pulan Wonda, Tersangka Penyerangan ke Jenderal Tito, Ditangkap di Papua

Operasi Damai Cartenz 2026 akhirnya berhasil menangkap salah satu buronan yang sudah lama dicari. Dia adalah Pulan Wonda, alias Kamenak, seorang anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang aktif di Papua Tengah. Namanya bukan nama baru dalam daftar pencarian orang (DPO) sejak 2019 silam.

Menurut sejumlah saksi dan catatan kepolisian, pria yang disebut-sebut sebagai aktivis OPM ini punya sejarah kelam. Salah satu aksinya yang paling berani adalah mengarahkan tembakan ke rombongan Jenderal Tito Karnavian beberapa tahun lalu.

Kasatgas Humas, Kombes Yusuf Sutejo, membeberkan detail penangkapan. Pulan Wonda, yang ternyata personel Kodap XII Lanny Jaya, berhasil dilacak saat bersembunyi di Kampung Peruleme, Distrik Mulia, Kabupaten Puncak Jaya. Awalnya, petugas mendeteksinya sedang mengendarai sepeda motor di wilayah Kota Mulia.

“Penangkapan dilakukan Kamis lalu, tanggal 2 April 2026, tepatnya sekitar pukul setengah satu siang waktu setempat,” jelas Yusuf melalui rilis resmi Humas Polri, Jumat pagi.

Begitu mengetahui posisinya, tim Satgas langsung bergerak melakukan penyekatan. Namun, bukannya menyerah, Pulan Wonda malah nekat. Dia menabrak kendaraan petugas dan berusaha melarikan diri.

“Kami sudah memberikan tembakan peringatan dua kali. Karena tidak diindahkan, terpaksa dilakukan tindakan tegas yang terukur. Pelaku dilumpuhkan di bagian kaki kanannya,” tutur Kombes Yusuf.

Rekam jejak kekerasan pria ini panjang dan memilikan. Catatan kepolisian menyebut, pada 2010 saja, kelompoknya terlibat dalam sejumlah serangan berdarah. Di Kampung Wandenggobak, Distrik Mulia, dua warga sipil, Yainal dan Ahmad Solehan, tewas. Tak lama setelah itu, di Kampung Lumbuk, tiga anggota polisi mengalami luka-luka akibat serangan yang sama.

Masih di tahun yang kelam itu, aksi mereka di Kampung Sanoba, Nabire, menewaskan Bripda Ahmad Mualam. Dua tahun kemudian, pada awal 2012, Briptu Sukarno gugur di Kampung Wandenggobak. Ngeri juga.

Puncaknya di akhir 2012. Mapolsek Pirime diserang, menewaskan Kapolsek Ipda Rolfi Takubessy dan dua anggota lainnya. Sehari sesudahnya, rombongan Jenderal Tito Karnavian saat itu masih Kapolda Papua menjadi sasaran tembakan di Distrik Pirime. Lalu, di awal Desember, seorang warga sipil bernama Ferdy Turuallo menjadi korban berikutnya di Tiom. Aksi kekerasan masih berlanjut hingga 2014, menyebabkan seorang anggota TNI dan seorang polisi terluka.

Kini, petualangan berdarahnya berakhir. Selain berhasil melumpuhkan Pulan Wonda, aparat juga menyita sejumlah barang bukti. Ada satu unit motor Jupiter MX, STNK, tiga ponsel OPPO, tas, topi loreng, hingga tiga lembar uang palsu. Saat ini, Pulan masih menjalani perawatan di rumah sakit sebelum nantinya diproses hukum.

“Dia disangkakan melakukan pembunuhan, pencurian dengan kekerasan yang berakibat kematian, dan pembakaran,” kata Yusuf.

Pasal-pasal yang menjeratnya berat. Ancaman hukumannya bisa seumur hidup, bahkan pidana mati. Polisi masih mendalami kemungkinan ada pihak lain yang terlibat dalam jaringan ini.

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Irjen Faizal Ramadhani, menegaskan bahwa operasi ini adalah bentuk kehadiran negara. Tujuannya jelas: melindungi masyarakat dari ancaman kekerasan bersenjata.

“Setiap tindakan kami pastikan profesional, terukur, dan tentu saja sesuai hukum yang berlaku,” pungkas Faizal.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar