Buronan KKB Pulan Wonda, Tersangka Penyerangan ke Jenderal Tito, Ditangkap di Papua

- Jumat, 03 April 2026 | 17:00 WIB
Buronan KKB Pulan Wonda, Tersangka Penyerangan ke Jenderal Tito, Ditangkap di Papua

Masih di tahun yang kelam itu, aksi mereka di Kampung Sanoba, Nabire, menewaskan Bripda Ahmad Mualam. Dua tahun kemudian, pada awal 2012, Briptu Sukarno gugur di Kampung Wandenggobak. Ngeri juga.

Puncaknya di akhir 2012. Mapolsek Pirime diserang, menewaskan Kapolsek Ipda Rolfi Takubessy dan dua anggota lainnya. Sehari sesudahnya, rombongan Jenderal Tito Karnavian saat itu masih Kapolda Papua menjadi sasaran tembakan di Distrik Pirime. Lalu, di awal Desember, seorang warga sipil bernama Ferdy Turuallo menjadi korban berikutnya di Tiom. Aksi kekerasan masih berlanjut hingga 2014, menyebabkan seorang anggota TNI dan seorang polisi terluka.

Kini, petualangan berdarahnya berakhir. Selain berhasil melumpuhkan Pulan Wonda, aparat juga menyita sejumlah barang bukti. Ada satu unit motor Jupiter MX, STNK, tiga ponsel OPPO, tas, topi loreng, hingga tiga lembar uang palsu. Saat ini, Pulan masih menjalani perawatan di rumah sakit sebelum nantinya diproses hukum.

“Dia disangkakan melakukan pembunuhan, pencurian dengan kekerasan yang berakibat kematian, dan pembakaran,” kata Yusuf.

Pasal-pasal yang menjeratnya berat. Ancaman hukumannya bisa seumur hidup, bahkan pidana mati. Polisi masih mendalami kemungkinan ada pihak lain yang terlibat dalam jaringan ini.

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Irjen Faizal Ramadhani, menegaskan bahwa operasi ini adalah bentuk kehadiran negara. Tujuannya jelas: melindungi masyarakat dari ancaman kekerasan bersenjata.

“Setiap tindakan kami pastikan profesional, terukur, dan tentu saja sesuai hukum yang berlaku,” pungkas Faizal.

Editor: Raditya Aulia


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar