Rabu (1/4) kemarin, pasar saham Asia benar-benar berbalik arah. Setelah bulan Maret yang suram, sentimen tiba-tiba membaik. Harapan bahwa konflik di Timur Tengah bakal mereda jadi angin segar bagi investor yang sebelumnya ketakutan.
Jepang jadi pemimpin reli. Indeks Nikkei 225 melesat hampir 4 persen, menutup di level 53.039,72. Kenaikan ini seperti napas lega setelah bulan lalu mereka catat kinerja terburuk sejak krisis 2008. Topix juga ikut meroket, naik 3,67 persen.
Menurut Shoichi Arisawa dari IwaiCosmo Securities, pasar mulai melihat secercah harapan.
"Masih ada ketidakpastian soal arah perang, tapi pasar mulai yakin konflik bergerak menuju akhir. Kalau harga minyak stabil, perusahaan domestik akan lebih mudah menyusun proyeksi kinerja tahun fiskal ini," ujarnya.
Sentimen hangat ini didorong pernyataan Presiden AS Donald Trump. Dia bilang perang dengan Iran berpotensi berakhir dalam dua sampai tiga pekan ke depan, bahkan tanpa prasyarat kesepakatan dari Teheran. Kabar itu langsung disambut positif.
Artikel Terkait
Regulator Pacu Reformasi Pasar Jelang Penilaian Status Emerging Market oleh MSCI dan FTSE
BEI Cabut Suspensi Saham FITT, Saham ASPR Justru Dikenai Suspensi
Harga Emas Antam Naik Rp75 Ribu per Gram, Buyback Melonjak Rp110 Ribu
BEI Naikkan Batas Minimum Free Float Saham Jadi 15 Persen