Padahal, kalau melihat riwayatnya, opsi pinjaman seharusnya masuk akal. Elkan pernah dititipkan ke klub-klub seperti Bristol Rovers dan Blackpool. Pola serupa bisa jadi solusi biar jam terbangnya tidak mandek total.
Super League Bisa Jadi Penyelamat
Nah, dengan bursa transfer sebentar lagi dibuka, muncul satu opsi menarik: pulang kampung. Tepatnya, menjajal kompetisi baru Super League Indonesia.
Ini bukan sekadar kabar angin. Dari sudut pandang karier, langkah ini terlihat strategis. Apalagi Timnas Indonesia kini ditangani John Herdman. Bagi Elkan, yang sempat tersingkir di era sebelumnya, bermain reguler di dalam negeri akan memudahkan Herdman memantau langsung performanya.
Bayangkan saja. Menjadi pemain inti di klub papan atas Indonesia jelas lebih baik untuk mental bertandingnya, ketimbang cuma jadi penghias bangku cadangan di Inggris. Kembali ke Tanah Air bukan cuma urusan teknis, tapi juga soal mengembalikan kepercayaan diri yang mungkin tergerus karena terlalu lama jadi penonton.
Klub-klub besar di sini punya daya beli kuat. Dengan nilai pasar sekitar Rp3,48 miliar, Elkan bukan target yang mustahil. Keluar dari zona nyaman di Championship dan merangkul tantangan baru di Super League bisa jadi langkah paling cerdas saat ini.
Bagaimanapun, pemain seusianya butuh berlari di lapangan, bukan berkarat di bangku cadangan.
Artikel Terkait
Kiper Maarten Paes Dihujani Kritik, Peran Jordi Cruyff di Transfer Ajax Disorot
Nasib Tragis Wakil Inggris di Liga Champions: Enam Tim Raih Hanya Dua Poin
Aston Villa Hadapi Ujian Berat di Lille di Tengah Momentum Buruk
Ganda Putra Indonesia Tersingkir di Babak Pertama Swiss Open 2026