Gelombang Bom Guncang SPBU Thailand Selatan, Empat Orang Terluka

- Minggu, 11 Januari 2026 | 16:45 WIB
Gelombang Bom Guncang SPBU Thailand Selatan, Empat Orang Terluka

Ledakan mengguncang sebelas SPBU di Thailand selatan dini hari tadi. Empat orang dilaporkan terluka dalam serangkaian serangan yang terjadi hampir bersamaan itu.

Menurut pernyataan militer, rentetan bom meledak dalam kurun waktu 40 menit setelah tengah malam. Kebakaran langsung menjalar di stasiun pengisian bahan bakar yang tersebar di tiga provinsi: Narathiwat, Pattani, dan Yala. Wilayah ini memang sudah lama tak sepi dari gejolak.

Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang belum mengumumkan penangkapan. Siapa dalang di balik aksi terkoordinasi ini pun masih menjadi tanda tanya besar.

Gubernur Narathiwat, Boonchauy Homyamyen, memberikan kesaksiannya kepada media lokal.

"Semuanya terjadi nyaris berbarengan. Sekelompok pria, jumlahnya tidak jelas, datang dan meledakkan bom yang langsung merusak pompa bensin," ujarnya.

Dari narasinya, seorang petugas polisi terluka di Narathiwat. Sementara di provinsi Pattani, seorang petugas pemadam dan dua karyawan SPBU juga menjadi korban. Kabar baiknya, keempatnya sudah mendapat perawatan di rumah sakit. Juru bicara militer menegaskan tidak ada korban dengan luka yang mengancam jiwa.

Namun begitu, serangan ini jelas mengirim gelombang kecemasan. Perdana Menteri Anutin Charnvirakul pun angkat bicara. Ia menduga aksi ini adalah "sinyal" yang sengaja dikirim bertepatan dengan pemilihan administrator lokal hari Minggu, dan "bukan ditujukan untuk memulai pemberontakan baru."

Di sisi lain, komando militer tak mau mengambil risiko. Komandan militer wilayah selatan, Narathip Phoynok, langsung memerintahkan peningkatan keamanan ke "tingkat maksimum." Pengamanan diperketat di semua area, termasuk pos-pos pemeriksaan jalan dan perbatasan.

Konflik di selatan Thailand ini punya akar sejarah yang panjang. Wilayah ini secara budaya berbeda, dengan mayoritas penduduk Muslim, sementara Thailand secara keseluruhan didominasi Buddha. Ketegangan telah berlangsung puluhan tahun.

Sejak 2004, pemberontakan bersenjata berintensitas rendah terus terjadi. Ribuan nyawa telah melayang. Para pemberontak di wilayah yang berbatasan dengan Malaysia itu memperjuangkan otonomi yang lebih besar, sementara pasukan keamanan Thailand yang berjaga rapat kerap menjadi sasaran serangan.

Ledakan di sebelas SPBU tadi malam adalah babak terbaru dari konflik yang sepertinya masih jauh dari kata usai.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar