Dalam kunjungan kerjanya ke Bengkulu, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyempatkan diri meninjau langsung Taman Budaya Provinsi setempat. Ia datang untuk melihat kondisi fasilitas yang ada sekaligus mengukur potensi pengembangan kegiatan seni di sana. Kunjungan ini bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari upaya nyata kementeriannya untuk memperkuat ruang-ruang kebudayaan di daerah.
Menurutnya, ruang seperti ini harus benar-benar hidup, menjadi jantung kreativitas masyarakat sekaligus destinasi yang dikelola dengan serius dan berkelanjutan.
Setelah berkeliling, Fadli Zon tampak cukup terkesan. Ia mengapresiasi fasilitas fisik yang sudah berdiri di kompleks Taman Budaya. Ada teater tertutup, galeri seni rupa, gedung musik, dan ruang olah seni lainnya. Baginya, semua itu adalah modal berharga yang bisa dipakai untuk menghidupkan berbagai aktivitas kebudayaan di Bengkulu.
"Kami melihat potensi besar di sini. Secara fasilitas sudah cukup baik, dan apabila diaktifkan dengan agenda yang terencana serta dukungan semua pihak, tentu akan menjadi semakin hidup dan berdampak luas bagi masyarakat,"
Demikian disampaikannya dalam keterangan tertulis pada Kamis (26/2/2026).
Namun begitu, fasilitas saja tidak cukup. Fadli menekankan pentingnya kolaborasi antar berbagai pemangku kepentingan. Agar tempat ini benar-benar ramai, program seni yang terjadwal harus didukung dengan fasilitas pendukung yang menarik. Misalnya, kehadiran coffee shop atau sajian kuliner lokal yang berbasis Warisan Budaya Takbenda Indonesia. Hal-hal semacam itu, katanya, bisa memperkaya pengalaman pengunjung dan menambah daya tarik Taman Budaya sebagai tujuan wisata budaya.
Di sisi lain, Fadli juga mengungkapkan bahwa Taman Budaya Bengkulu rutin mendapatkan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Kemenbud setiap tahun. Dana itu dimaksudkan sebagai stimulus untuk menguatkan ekosistem seni daerah. Harapannya jelas: dana tersebut bisa dimaksimalkan untuk program-program lokal yang melibatkan perupa, pentas seni, dan agenda budaya lain yang mampu menyedot minat publik.
Sebagai informasi, Taman Budaya Provinsi Bengkulu merupakan lembaga kebudayaan yang dikelola oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat. Fungsinya sebagai wadah bagi para pelaku seni lokal untuk mengembangkan kreativitas, mulai dari teater, musik, tari, hingga seni rupa.
Dengan gedung teater, ruang pameran, dan area pertunjukan terbuka yang dimilikinya, tempat ini memang sudah rutin menggelar pagelaran seni, pameran, dan beragam kegiatan kreatif lainnya. Tujuannya satu: mempromosikan kekayaan budaya Bengkulu agar semakin dikenal.
Mengakhiri kunjungannya, Fadli Zon berharap Taman Budaya Bengkulu tidak berhenti sebagai sekadar tempat pertunjukan. Ia ingin melihatnya tumbuh menjadi pusat gravitasi baru bagi masyarakat, tempat di mana kreativitas budaya lokal tidak hanya dipamerkan, tapi juga benar-benar dilestarikan dan hidup dalam denyut nadi masyarakat sehari-hari.
Artikel Terkait
Prabowo dan Macron Sepakati Penguatan Kerja Sama Pertahanan hingga Energi Bersih di Paris
INDODAX Salurkan 15 Hewan Kurban untuk 584 Keluarga Terdampak Bencana di Aceh
Presiden Prabowo Disambut Upacara Kenegaraan di Les Invalides, Lanjutkan Pertemuan Bilateral dengan Macron di Istana Elysee
Esensi Ibadah Kurban: Dari Ujian Keikhlasan Habil dan Qabil hingga Perintah Syariat bagi yang Mampu