27 dari 57 Lapangan Padel di Jakarta Timur Terancam Disegel karena Tak Berizin

- Kamis, 12 Maret 2026 | 11:05 WIB
27 dari 57 Lapangan Padel di Jakarta Timur Terancam Disegel karena Tak Berizin

Gelombang pembangunan lapangan padel di Jakarta Timur ternyata tak diiringi dengan kelengkapan izin. Dari 57 lapangan yang tersebar, hampir separuhnya tepatnya 27 lapangan tercatat belum punya izin yang sah. Alhasil, ancaman penyegelan pun menggantung.

"Total di Jakarta Timur ada sekitar 57 lapangan padel. Yang sudah berizin cuma 30, sementara 27 lainnya belum," jelas Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin, di sekitar Jalan Kolonel Sutomo, Kebon Pala, Kamis lalu.

Menurutnya, penertiban ini bagian dari upaya serius pemkot. Suku Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan (Citata/CKTRP) ditugaskan untuk memantau dan mengambil tindakan tegas terhadap pelanggaran.

Lapangan yang ketahuan ngawur entah tanpa izin atau menyalahgunakan izin yang ada langsung akan disegel. Tidak main-main.

"Kami terus awasi maraknya pembangunan lapangan padel ini. Dan semua pelanggaran akan kami tindaklanjuti," tegas Munjirin.

Pengawasan nantinya akan melibatkan Sudin Citata dan unsur wilayah lain. Mereka bakal bergerak rutin, seperti yang sudah dilakukan beberapa waktu terakhir.

Munjirin juga meminta camat dan lurah turun tangan. Mereka diharap aktif mengawasi pembangunan di daerahnya dan segera melapor jika menemukan hal yang mencurigakan.

Usai disegel, pengawasan tetap berlanjut. Petugas Citata tingkat kecamatan bersama kelurahan setempat akan rutin mengecek lokasi, memastikan tak ada aktivitas liar yang berjalan diam-diam.

Harapannya jelas: pembangunan fasilitas olahraga bisa tertib, sesuai aturan tata ruang dan perizinan yang berlaku.

Salah satu lokasi yang baru-baru ini kena sanksi ada di Kelurahan Kebon Pala, Kecamatan Makasar. Lapangan padel di Jalan Kolonel Sutomo 1 Nomor 22 itu disegel karena diduga kuat menyalahgunakan izin.

Izin awalnya untuk rumah kos, terbit tahun 2018. Tapi nyatanya, bangunan itu malah berubah jadi lapangan padel.

Ini bukan kali pertama. Menurut Munjirin, penyegelan di Kebon Pala ini sudah yang kedelapan di Jakarta Timur. Tujuannya satu: menertibkan lapangan padel yang bermasalah soal perizinan.

Tak cuma di Makasar, tindakan serupa juga terjadi di kawasan Pulomas, Kelurahan Kayu Putih. Lapangan di sana bahkan kena penyegelan permanen.

"Kami sudah lakukan penyegelan ulang. Sebelumnya juga pernah kami segel. Lalu kami beri surat peringatan, dan akhirnya putuskan untuk penyegelan permanen," papar Kepala Sudin CKTRP Jakarta Timur, Wiwit Djalu Adji, usai memasang papan pemberitahuan di lokasi.

Alasannya klasik: izin bangunan tak sesuai dan belum ada sertifikat laik fungsi (SLF).

Pada hari penindakan, petugas memasang spanduk besar di lokasi. Isinya pengumuman bahwa bangunan itu akan disegel tetap. Masyarakat pun jadi tahu bahwa operasional lapangan padel dihentikan sementara.

Di spanduk itu tertulis jelas: "Bangunan ini dikenakan penghentian tetap (disegel)". Tertera juga dasar hukumnya, yakni UU Nomor 6 Tahun 2023, PP Nomor 16 Tahun 2021, dan/atau PP Nomor 21 Tahun 2021.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar