JAKARTA – Elkan Baggott lagi-lagi harus gigit jari. Bek jangkung eks Timnas Indonesia itu nyaris tak pernah keluar dari bangku cadangan di Ipswich Town, klub yang justru sedang panas-panasnya berburu tiket promosi ke Divisi Championship.
Di usia 23 tahun, situasinya memang pelik. Di bawah komando Kieran McKenna, menit bermain Elkan ibarat barang langka. Ia terperangkap sebagai pilihan keempat, tertimbun oleh nama-nama seperti Jacob Greaves, Dara O’Shea, dan Cedric Kipre.
Menurut sorotan media Inggris, Football League World, ini konsekuensi dari skuad Ipswich yang terlalu dalam dan solid. Selama trio bek utama itu sehat dan konsisten, pintu ke starting XI praktis tertutup untuk Baggott. Fakta berbicara: sepanjang musim, ia cuma sekali turun, itupun di Piala FA.
Lantas, apa jalan keluarnya?
Dilema Pinjaman: Bertahan atau Pergi?
McKenna sebenarnya tahu potensi Elkan. Tapi pelatih itu ogah melepasnya, bahkan sekadar untuk status pinjaman. Alasannya klasik: menjaga kedalaman skuad.
“Ini soal keseimbangan tim. Elkan adalah salah satu dari empat bek tengah senior kami. Masalahnya, tiga pemain di depannya jarang cedera, jadi kesempatannya minim. Tapi, dalam latihan, perkembangannya jelas,” ujar McKenna.
Pernyataan itu dilansir dari East Anglian Daily Times.
Artikel Terkait
Ujian Nyata Persijap di Kandang Sendiri, PSM Makassar Datang dengan Ambisi Penuh
Kurzawa Datang, Ramos Tak Jadi: Persib Sudah Punya Bintang Eropa Baru
Alwi Farhan Sabet Final Indonesia Masters Meski Fisik Tak Prima
Persijap Jepara Hadapi PSM di Laga Perdana, Sementara Isu Transfer Kastaneer Menggantung