Pelatih asal Portugal itu punya visi yang jelas. Dia ingin tim yang lebih seimbang, baik dari segi taktik maupun karakter di ruang ganti.
“Tim yang tangguh lahir dari kompetisi internal yang sehat. Kami membutuhkan kombinasi pemain yang punya kecepatan dan kekuatan dalam duel udara untuk memperkuat atmosfer ruang ganti,” tegas Tavares.
Jadi, pelepasan Dejan dan kawan-kawan adalah bagian dari perombakan besar untuk mengejar target yang lebih kompetitif.
Kenapa Persis Tertarik?
Alasannya sederhana: pengalaman dan status bebas transfer. Dejan Tumbas bukan pemain baru. Dia sudah makan asam garam di Liga 1. Pengalaman seperti itu sangat berharga bagi Persis yang butuh kedalaman skuad untuk mendongkrak posisi di klasemen.
Kalau jadi bergabung, dia akan menyusul rekan-rekan lamanya. Sebut saja Sho Yamamoto dan Kadek Raditya yang sudah lebih dulu hijrah ke Kota Bengawan. Sepertinya ada jalur khusus dari Surabaya menuju Solo belakangan ini.
Menariknya, Dejan bukan satu-satunya target. Manajemen Persis juga dikabarkan masih memantau gerak-gerik Irfan Jaya dan Alta Ballah. Bayangkan jika semua transfer ini berhasil direalisasi. Skuad Persis di sisa musim 2025/2026 nanti akan punya aroma Surabaya yang sangat kental.
Jadi, tinggal tunggu waktu saja. Apakah Dejan Tumbas segera mengenakan jersey merah-putih? Semuanya tergantung negosiasi di meja. Tapi satu hal yang pasti, pemain bernilai pasar Rp3,48 miliar itu tampaknya tak akan lama menganggur.
Artikel Terkait
Hartman Tantang Jepang, Kelma Dukung Timnas, dan Shane Gabung Persija
Jetlag Ancam Debut Tiga Pemain Asing Persebaya di Kandang PSIM
Pertaruhan Nyawa Persijap Jepara di Hadapan PSM Makassar
Elkan Baggott Terjebak di Ipswich, Opsi Pulang ke Super League Menguat