Klub TSG Hoffenheim akhirnya punya kepastian. Mereka resmi memperkenalkan Eva-Maria Virsinger sebagai pelatih kepala baru tim wanita mereka, mulai Senin lalu. Usianya? Baru 30 tahun. Ia direkrut dari VfL Wolfsburg, tempatnya menghabiskan empat setengah tahun terakhir sebagai asisten pelatih.
Posisi yang diisi Virsinger ini sebelumnya dipegang oleh Theodoros Dedes. Nah, Dedes sendiri hengkang dari Hoffenheim bulan November tahun lalu, lewat kesepakatan bersama kedua belah pihak.
Dengan langkah ini, Virsinger langsung mencatatkan namanya dalam sejarah. Dia kini adalah pelatih kepala termuda di Frauen-Bundesliga. Menariknya, dia juga masih dalam proses menyelesaikan kursus Lisensi Pro DFB – lisensi pelatih tingkat tertinggi di Jerman.
“Saya sangat bersemangat bisa membawa pengalaman dari Wolfsburg ke sini,” ujarnya.
“Target saya jelas: mengembangkan setiap pemain secara individu dan tentu saja, terus mendorong talenta-talenta muda untuk bersinar di tim utama.”
Selain soal usia, ada satu lagi catatan penting. Virsinger adalah pelatih wanita keenam yang memimpin klub di Bundesliga musim ini. Sebelumnya, deretan nama seperti Friederike Kromp di Werder Bremen, Britta Carlson di Köln, Heleen Jaques (SGS Essen), Ailien Poese (Union Berlin), dan Liese Brancao dari Hamburger SV, sudah lebih dulu membuka jalan.
Jejak Karier Sebelum ke Kursi Pelatih
Sebelum memutuskan untuk fokus di pinggir lapangan, Virsinger sendiri pernah merasakan jadi pemain. Dia tampil 30 kali di Bundesliga 2 bersama VfL Sindelfingen Ladies. Bahkan di musim 2017/18, dia menjalani peran ganda yang melelahkan: sebagai pemain sekaligus pelatih di klub tersebut.
Tak hanya di level klub, dia juga punya pengalaman membela timnas junior Jerman, dengan 10 kali penampilan. Setelah pensiun dari lapangan hijau, karier kepelatihannya dimulai dari hal-hal mendasar: menjadi pelatih di pusat pembinaan DFB dan juga menangani tim seleksi di asosiasi sepak bola regional Württemberg.
Puncak persiapannya terjadi pada musim panas 2021, ketika Wolfsburg merekrutnya sebagai asisten pelatih. Di sana, dia mendapat pelajaran berharga di kancah nasional dan Eropa, termasuk merasakan atmosfer Liga Champions Wanita. Pengalaman itulah yang kini membawanya ke tantangan terbaru: memimpin Hoffenheim sebagai orang nomor satu.
Artikel Terkait
Geng Motor Bobol Portal JLNT Casablanca untuk Buat Konten, Polisi Selidiki
Keluarga Korban Minta Pendampingan KPAI Usut Kematian Nizam
5 Spot Takjil Favorit Warga Bandung Saat Ramadan
Real Belanja Pemerintah Januari 2026 Tembus Rp227,4 Triliun, Tumbuh 25,7%