Pesulap Merah Berduka, Tika Mega Lestari Meninggal Setelah Berjuang Lawan Dua Penyakit

- Selasa, 27 Januari 2026 | 11:00 WIB
Pesulap Merah Berduka, Tika Mega Lestari Meninggal Setelah Berjuang Lawan Dua Penyakit

Kabar duka datang dari dunia hiburan. Marcel Radhival, atau yang lebih kita kenal sebagai Pesulap Merah, harus kehilangan sang istri, Tika Mega Lestari. Ia menghembuskan napas terakhir pada Selasa pagi, 27 Januari 2026, di Rumah Sakit Hasan Sadikin, Bandung.

“Istri saya Tika Mega Lestari meninggal dunia tanggal 27 Januari 2026 jam 04:46 di rumah sakit Hasan Sadikin Bandung,” tulis Pesulap Merah di unggahan Instagramnya. Kabar itu tentu saja mengejutkan banyak orang.

Menurut informasi yang beredar, Tika Mega Lestari meninggal setelah berjuang melawan dua penyakit serius: anemia aplastik dan kanker mulut. Anemia aplastik sendiri adalah kondisi langka yang cukup mengerikan. Intinya, sumsum tulang berhenti memproduksi sel darah baru baik merah, putih, maupun trombosit dalam jumlah yang cukup. Tubuh pun perlahan melemah.

Nah, penyakit yang sama juga pernah merenggut nyawa rekan sesama komika, Babe Cabita. Babe meninggal setahun sebelumnya, tepatnya 9 April 2024, setelah menjalani serangkaian perawatan di beberapa rumah sakit, baik di Indonesia maupun Malaysia. Miris sekali.

Kenangan tentang Tika

Di mata suaminya, Tika bukan sekadar istri. Ia adalah pendamping setia yang selalu ada di balik layar. Sosok yang memberikan dukungan penuh pada setiap langkah karier Pesulap Merah.

Dalam dukanya, Pesulap Merah menuliskan kesaksiannya.

“Saya bersaksi istri saya Tika Mega Lestari @t__eun22 adalah wanita baik, setia, pengertian dan istri yang baik. Dibelakang Pesulap Merah selama ini, ada beliau yang mensupport dibalik layar,” tulisnya.

Ia pun meminta doa dari semua pihak. “Mohon do'a terbaiknya untuk istri saya,” tambahnya singkat. Ungkapan itu sederhana, tapi terasa sangat dalam.

Duka dari Sesama Artis

Kabar meninggalnya Tika Mega Lestari pun langsung menyebar. Banyak rekan artis yang turut menyampaikan belasungkawa di kolom komentar. Mereka berduka.

Ariek Untung menulis, “Innalillahi Wa InnaIlaihi Roji'uun.. Allahumaghfirlaha Warhamha Wa'afihi Wa'fuanha.. Husnul Khotimah, In Shaa Allah.”

“Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun Allahummghfirlaha warhamha waafihi wafuanha,” sambung Teuku Wisnu.

Gilang Dirga menulis singkat, “Innalillahi wainna ilaihi rojiun.”

“Turut berduka bang. Alfatiha,” tulis Apos.

Denny Cagur juga menyampaikan duka yang panjang. “Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.. Allahummaghfirlaha warhamha wa’afiha wa fu anha. Turut berduka cita sedalam2nya, semoga almarhumah Husnul khotimah, dilapangkan kuburnya dan diampuni segala dosa & kesalahannya juga ditempatkan disisi Allah SWT ditempat yang paling mulia, Aamiin YRA.”

Rentetan ucapan duka itu menunjukkan betapa Tika dan Pesulap Merah memiliki tempat di hati banyak orang. Kepergiannya tentu meninggalkan luka yang dalam, terutama bagi sang suami yang kini harus meneruskan hidup tanpa pendamping setianya.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar