Parji dapat order untuk meroasting kepala desa Polowiji dan wakilnya. Cuma buat seru-seruan aja sih, santai.
Usai pertunjukan, suasana agak berbeda. Kepala desa mendekati carik, wajahnya penuh tanda tanya. "Menurutmu," tanyanya, "kenapa ya lebih banyak yang baper waktu Parji ngeroasting wakilku? Kok sepi yang tersinggung saat giliranku? KEMANA PENDUKUNGKU?"
Carik hanya tersenyum simpul. Lalu dia menjawab dengan nada yang enteng, tapi maknanya dalam.
"Menurut keyakinan saya ya, Bapak jadi kepala desa itu kan berkat jasa pendukung wakil. Tanpa mereka? Bapak mungkin cuma mentok jadi ulu-ulu. Masih di bawah saya, xoxoxoxo."
Artikel Terkait
Kebakaran Hanguskan Ruko Grosir Sepatu di Pematangsiantar, Tak Ada Korban Jiwa
Mobil Avanza Terjun ke Sungai di Bangkalan, Pengemudi Diduga Keliru Injak Gas
Sekretaris Kabinet Benarkan Rencana Kunjungan Presiden Prabowo ke Rusia
Rem Truk Pasir Diduga Blong, Tabrak Truk Tronton di Sukoharjo