Menteri Agama Nasaruddin Umar mengonfirmasi bahwa Masjid Istiqlal telah menerima hewan kurban dari Presiden Prabowo Subianto, namun ia mempersilakan kepala negara jika ingin menyalurkan kurban ke tempat lain. Pernyataan itu disampaikan Nasaruddin di Masjid Istiqlal, Jakarta, pada Kamis (28/6/2026), saat menjawab pertanyaan wartawan yang menyinggung soal anggaran sapi presiden yang mencapai Rp100 miliar.
"Iya jadi saya kira sudah kemarin kita sudah jelaskan ya, bahwa Bapak Presiden itu juga sudah kita terima hewan kurbannya di Istiqlal. Kalau Bapak Presiden mau memberikan ke tempat lain itu nggak ada masalah ya," ujar Nasaruddin.
Menurut Nasaruddin, esensi dari Hari Raya Idul Adha dan Idul Fitri sama, yakni memastikan tidak ada seorang pun yang mengalami kelaparan. Ia berharap pada bulan suci tersebut seluruh masyarakat dapat menikmati makanan, khususnya asupan protein hewani saat Idul Adha.
"Kita tujuannya Idul kurban itu sama dengan Idul Fitri, kata Rasulullah SAW tidak boleh ada orang yang kelaparan, tidak makan, pada hari raya id. Karena itu zakat fitrah bertujuan untuk semua harus kenyang pada Hari Raya Idul Fitri dengan cara mengkonsumsi karbo. Untuk Idul Adha pasangannya adalah protein hewani. Diharapkan pada bulan-bulan kurban ini tidak ada orang yang tidak mengkonsumsi daging," katanya.
Sementara itu, Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro sebelumnya mengungkapkan bahwa dana pembelian sapi kurban Presiden Prabowo bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui pos Bantuan Kemasyarakatan Presiden. Total anggaran yang dikeluarkan mencapai sekitar Rp100 miliar.
"Jadi sumber anggarannya dari APBN ya melalui anggaran Bantuan Presiden, Bantuan Kemasyarakatan Presiden. Jadi harga sapi tentu bervariasi karena bobotnya beda-beda dan lokasinya juga tentu memengaruhi harga sapi. Jadi kita menyesuaikan harga sapi di setiap daerah, kurang lebih anggaran yang dikeluarkan sebanyak Rp100-an miliar, Rp100 miliar," kata Juri kepada wartawan di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (26/5).
Secara keseluruhan, sebanyak 1.098 ekor sapi dibagikan oleh Prabowo dengan rincian 598 ekor diserahkan ke berbagai daerah dan 500 ekor lainnya dialokasikan untuk lembaga pendidikan serta tokoh masyarakat. Pengadaan hewan kurban tersebut dilakukan melalui koordinasi antara Kementerian Sekretariat Negara melalui Sekretariat Presiden, Kementerian Pertanian, serta dinas-dinas daerah yang membidangi peternakan dan kesehatan hewan.
Artikel Terkait
MNC Sekuritas dan BEI Gelar Kartini Online Summit 2026 untuk Perkecil Kesenjangan Literasi Keuangan Perempuan
Masjid Istiqlal Salurkan 10 Ton Daging Kurban Lewat Lembaga, Hindari Pembagian Langsung ke Individu
Polisi Amankan 11 Orang dan Ribuan Obat Terlarang dalam Patroli Gabungan di Jakarta Pusat
KBBI Tegaskan Penulisan yang Benar adalah Zulhijah, Bukan Dzulhijah