Keputusan ini tentu menjadi angin segar. Bukan cuma buat Bobotoh yang lega, tapi terutama untuk stabilitas lini belakang Persib. Kehilangan pemain sekaliber Barba di tengah musim tentu akan menjadi pukulan berat. Dia sudah menunjukkan kualitasnya sebagai bek tengah yang solid, dengan pengalaman Eropa yang mumpuni.
Adaptasinya terhadap Liga Indonesia juga terbilang cepat. Gaya bermainnya yang tenang namun disiplin, kemampuan membaca permainan, dan keunggulan dalam duel udara, telah menjadi pilar penting. Kehadirannya di ruang ganti juga dianggap memberi pengaruh positif bagi pemain-pemain muda.
Dengan kabar baik ini, Persib bisa bernapas lega dan fokus penuh pada target kompetisi. Isu pemain asing yang sempat mengganggu kini telah beres. Tinggal menunggu bagaimana Barba dan kawan-kawan mewujudkan target tersebut di lapangan.
Mengenai sosok Barba sendiri, pria kelahiran 1 September 1993 ini memang punya track record yang bagus. Kariernya dimulai di Grosseto, Italia, sebelum kemudian membela klub-klub seperti Empoli, Benevento, hingga sempat merasakan La Liga Spanyol bersama Real Valladolid. Pengalaman panjang itulah yang dibawanya ke Persib, dan sejauh ini kontribusinya sangat terasa.
Kini, dengan kepastian bahwa ia tetap bertahan, harapan Bobotoh untuk melihat Persib konsisten di papan atas semakin besar. Semua pihak tentu berharap, keputusan Barba untuk bertahan ini akan berbuah manis di sisa musim.
Artikel Terkait
Sembilan Wakil Indonesia Lolos, Istora Senayan Bergelora di Perempat Final Indonesia Masters
Persebaya Siap Tikung Persib dalam Perburuan Joey Pelupessy
PSM Makassar Angkat Pemain Muda Bernama Kaka Amrullah Ronaldo Messi
PSM Makassar Incar Bek Makedonia Todoroski untuk Perkuat Sisi Kanan