Rasanya, semua pelari kota pasti pernah jenuh. Lari di aspal yang sama, rute yang itu-itu lagi. Nah, coba deh alihkan pandangan ke alam. Trail run, lari di jalur hutan, bukit, atau gunung, menawarkan pengalaman yang benar-benar berbeda. Sensasinya? Segar, menantang, dan jauh dari kebisingan.
Namun begitu, jangan anggap enteng. Berlari di alam bebas nggak cuma soal kecepatan atau teknik lari semata. Medannya bisa berubah-ubah; berbatu, berpasir, atau becek berlumpur. Makanya, persiapan fisik dan perlengkapan harus jauh lebih matang.
Faktor lain yang kerap bikin deg-degan adalah cuaca. Apalagi akhir-akhir ini, hujan bisa datang tiba-tiba, disertai angin yang menggigit. Kondisi ini langsung mengubah jalur trail jadi arena yang licin dan penuh kejutan. Tantangannya bertambah, tapi asyiknya juga nggak kalah.
Buat kamu yang penasaran dan mau coba trail run di musim hujan, simak beberapa tips dari komunitas pelari berikut. Mereka sudah sering menghadapi medan basah dan punya cerita sendiri.
Lari di Tengah Hujan? Ini Kiat-Kiatnya
Berbekal pengalaman langsung, para anggota komunitas berbagi saran berharga untuk sesi trail run saat cuaca kurang bersahabat.
1. Pilih Jalur Bijak dan Waspada Cuaca
Ini dasar banget. Memilih track lari saat musim hujan itu krusial. Jalur yang terlalu curam dan licin jelas meningkatkan risiko cedera, bahkan untuk pelari berpengalaman sekalipun.
Rizky Agustina (37), salah satu pelari komunitas, selalu sangat berhati-hati. Ia tak hanya memilih lokasi yang relatif aman, tapi juga rajin mengecek prakiraan cuaca.
"Kewaspadaan terhadap potensi bencana seperti longsor juga penting sebelum turun ke lapangan," katanya.
Artikel Terkait
Herdman Garap Timnas: Fondasi Tiga Bek Jadi Kunci Garuda
Persis Solo Rekrut Kadek Raditya, Sinyal Awal Gelombang Transfer di Liga Super?
Samu Castillejo dan Jalan Berliku Menuju Persib
Yusuf Meilana Pilih Bali United, Cari Momentum di Tengah Persaingan