Wasit FIFA Jadi Sasaran Pukulan Suporter Usai Laga Seru Malut United vs PSM

- Minggu, 08 Maret 2026 | 11:30 WIB
Wasit FIFA Jadi Sasaran Pukulan Suporter Usai Laga Seru Malut United vs PSM

HARIAN, TERNATE – Stadion Gelora Kie Raha memanas Sabtu kemarin. Laga seru antara Malut United dan PSM Makassar di pekan ke-25 BRI Super League memang berakhir dengan skor 3-3. Tapi, yang lebih membekas justru kericuhan usai peluit panjang dibunyikan.

Wasit FIFA Thoriq Alkatiri dan krunya jadi sasaran kemarahan. Sejumlah oknum suporter, kecewa berat dengan beberapa keputusan wasit, memberikan perlakuan yang jauh dari kata sportif. Bahkan, ada yang sampai main tangan.

Rekaman video yang beredar cukup jelas memperlihatkan momen itu. Saat berjalan meninggalkan lapangan dengan kawalan, tubuh Thoriq tiba-tiba terkena pukulan dari seorang penonton. Situasinya benar-benar mencemaskan.

Ruang Transit yang Tak Lagi Steril

Masalahnya berlanjut. Usai laga, wasit dan asistennya bergegas menuju ruang transit area yang seharusnya steril dari penonton. Tapi, pagar hidup dan petugas rupanya tak mampu menahan gelombang kekecewaan.

Sejumlah suporter nekat menerobos. Mereka masuk ke area terlarang itu dan melontarkan ancaman kepada para perangkat pertandingan. Suasana di dalam stadion pun langsung berubah jadi tegang dan tidak kondusif sama sekali.

Melihat hal ini, aparat keamanan yang berjaga tak tinggal diam. Personel gabungan TNI-Polri yang sudah siaga di luar segera memperketat pengawalan. Tujuannya satu: memastikan wasit dan krunya bisa keluar dengan selamat.

Kemarahan di Lapangan Apel

Kepala Bagian Operasi Polres Ternate, Mochtar Tenu, tampak jelas kesal. Usai pertandingan, ia memimpin apel pengamanan dan langsung menyoroti kinerja petugas steward di dalam stadion. Baginya, pengamanan tadi dinilai tidak maksimal.

"Kita hadir di sini bukan untuk menyaksikan pertandingan," tegas Mochtar suara lantang. "Kehadiran kita di sini untuk melaksanakan pengamanan, kalau tugas harus punya tanggung jawab."

Ia mengaku mendapat laporan soal ancaman di ruang transit. Mochtar pun menegaskan, para steward harus paham betul tugasnya dan tidak boleh menganggapnya sebagai pekerjaan sepele.

"Kalian harus tahu persis tugas kalian saat di dalam stadion," pungkasnya dengan nada keras, "jangan main-main."

Diam-diam Meninggalkan Stadion

Setelah situasi sedikit mereda, perangkat pertandingan akhirnya bisa dievakuasi. Dengan pengawalan super ketat dari aparat, mereka berhasil keluar dari stadion. Menurut pantauan, rombongan langsung dikawal kembali ke hotel penginapan mereka dengan pengamanan berlapis.

Sampai saat ini, suasana masih belum sepenuhnya tenang. Yang jelas, panitia penyelenggara dari Malut United sendiri belum mengeluarkan pernyataan resmi satu pun menanggapi insiden memalukan ini. Semuanya masih ditunggu.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar