HARIAN, TERNATE – Stadion Gelora Kie Raha memanas Sabtu kemarin. Laga seru antara Malut United dan PSM Makassar di pekan ke-25 BRI Super League memang berakhir dengan skor 3-3. Tapi, yang lebih membekas justru kericuhan usai peluit panjang dibunyikan.
Wasit FIFA Thoriq Alkatiri dan krunya jadi sasaran kemarahan. Sejumlah oknum suporter, kecewa berat dengan beberapa keputusan wasit, memberikan perlakuan yang jauh dari kata sportif. Bahkan, ada yang sampai main tangan.
Rekaman video yang beredar cukup jelas memperlihatkan momen itu. Saat berjalan meninggalkan lapangan dengan kawalan, tubuh Thoriq tiba-tiba terkena pukulan dari seorang penonton. Situasinya benar-benar mencemaskan.
Ruang Transit yang Tak Lagi Steril
Masalahnya berlanjut. Usai laga, wasit dan asistennya bergegas menuju ruang transit area yang seharusnya steril dari penonton. Tapi, pagar hidup dan petugas rupanya tak mampu menahan gelombang kekecewaan.
Sejumlah suporter nekat menerobos. Mereka masuk ke area terlarang itu dan melontarkan ancaman kepada para perangkat pertandingan. Suasana di dalam stadion pun langsung berubah jadi tegang dan tidak kondusif sama sekali.
Melihat hal ini, aparat keamanan yang berjaga tak tinggal diam. Personel gabungan TNI-Polri yang sudah siaga di luar segera memperketat pengawalan. Tujuannya satu: memastikan wasit dan krunya bisa keluar dengan selamat.
Artikel Terkait
Intimidasi terhadap Wartawan dan Wasit Warnai Laga Malut United vs PSM di Ternate
Wasit Utama Diteror Suporter Usai Laga Seru Malut United vs PSM Makassar
Barcelona Amankan Kemenangan Tipis di Bilbao, Atletico Menang Dramatis
Chelsea, Manchester City, dan Arsenal Lolos ke 8 Besar Piala FA Lewat Laga Sengit