BANGKOK – Suasana haru justru lahir dari sebuah insiden teknis. Saat lagu kebangsaan Indonesia Raya tiba-tiba terputus di tengah prosesi pengalungan medali, podium tenis SEA Games 2025 diselimuti keheningan singkat yang mencekam.
Petenis Janice Tjen, yang baru saja meraih emas ganda putri bersama Aldila Sutjiadi, mengisahkan momen tak terduga itu. Mereka baru saja mengalahkan pasangan tuan rumah Thailand dengan skor meyakinkan, 6-2 dan 6-1, di final yang digelar Jumat lalu. Kemenangan itu sudah pasti, podium tertinggi menanti.
Namun begitu, ketika bendera merah putih mulai dinaikkan dan musik instrumental Indonesia Raya seharusnya mengalun, sistem suara di venue itu malah mati. Lagu kebangsaan terhenti seketika.
“Ya pastinya agak bingung sedikit,” aku Janice, menceritakan kekagetan di podium.
Tapi rasa bingung itu tidak berlangsung lama.
Hanya dalam hitungan detik, keheningan itu pecah. Dari tribun, suara sekelompok ofisial dan suporter Indonesia tiba-tiba menggema. Mereka, dengan spontan, menyanyikan Indonesia Raya secara lantang. Kata demi kata, bait demi bait, hingga lagu itu selesai dinyanyikan bersama. Pemandangan itu, menurut Janice, justru jauh lebih mengharukan dan membekas dibanding prosesi biasa.
“Untungnya memang banyak suporter-suporter Indonesia juga yang di venue,” ujarnya, yang ditemui di Bandara Soekarno-Hatta pada Sabtu (20/12/2025).
“Dan mereka juga melanjutkan Indonesia Raya. Jadi memang dibantu dengan mereka.”
Di sisi lain, insiden teknis yang bisa jadi memalukan itu justru berubah menjadi simbol kekompakan. Janice merasakan getaran yang berbeda. Tanpa iringan musik, justru suara manusia yang menyatukan itu terasa lebih kuat, lebih dalam. Ia menyaksikan langsung bagaimana respons spontan itu menyulut emosi, tidak hanya bagi dirinya dan Aldila yang berdiri di podium, tapi juga bagi semua yang hadir.
Emas ini ia persembahkan untuk banyak pihak. Untuk keluarga yang selalu ada, untuk para pelatih yang membimbing, dan tentu saja, untuk seluruh masyarakat Indonesia.
“Untuk teman, untuk pelatih. Dan seluruh masyarakat Indonesia yang sudah mendukung kita dari awal SEA Games dan sampai terakhir,” tutur atlet berusia 23 tahun itu.
Kemenangan Janice dan Aldila ini menjadi penutup yang manis bagi kontingen tenis Indonesia di Bangkok. Mereka pulang membawa tiga medali emas: dari beregu putri, beregu putra, dan tentu saja, dari ganda putri yang prosesi penghargaannya justru diwarnai nyanyian penuh semangat dari pinggir lapangan. Sebuah momen yang mungkin tak akan terlupakan.
Artikel Terkait
Andrew Jung Siap Debut di El Clasico Indonesia, Targetkan Kemenangan Penuh untuk Persib
Sulsel Borong 16 Medali di Kejurnas Akuatik 2026, Jadi Sinyal Kebangkitan Cabang Renang dan Artistic Swimming
Bayern Munich Tersingkir dari Liga Champions Usai Imbang Lawan PSG, Kontroversi Handball Kembali Mewarnai Laga
Mbappé Hampir Pasti Jadi Top Skor Liga Champions 2025/2026 dengan 15 Gol