Mattia De Sciglio punya cerita. Bek yang pernah membela raksasa Italia, AC Milan dan Juventus, itu baru-baru ini mengungkap sebuah penawaran yang ditolaknya. Tahun 2017, saat dirinya memutuskan hengkang dari San Siro, bukannya Anfield, Liverpool, yang dipilihnya. Turin menjadi tujuannya.
Kisah perjalanan kariernya ia sampaikan dalam sebuah wawancara intim dengan Corriere della Sera. De Sciglio, yang kini berusia 33 tahun, adalah produk murni akademi Milan. Jejaknya di Serie A juga sempat berlanjut ke Empoli, sebelum petualangan singkat di Lyon, Prancis. Secara total, ia mengoleksi lebih dari 200 penampilan di liga domestik Italia dan 28 di panggung elit Liga Champions.
Namun begitu, awal mula segalanya hampir saja berbeda. Bukan di Milanello, melainkan di Appiano Gentile.
“Saya bisa saja bermain untuk Inter saat masih kecil,” aku De Sciglio.
“Mereka memanggil saya untuk uji coba, tetapi saya ditolak karena terlalu pendek. Milan datang tak lama kemudian, dan saya melalui sektor junior hingga debut Liga Champions saya pada usia 18 tahun,” kenangnya.
Debut dini itu ternyata membawanya ke periode yang kelam. De Sciglio menjadi bagian dari skuat Milan di era yang jauh dari kejayaan. Tekanan datang bertubi-tubi, dan ia merasa jadi kambing hitam yang tidak adil.
“Beberapa penggemar dan media mengidentifikasi saya sebagai pihak yang bersalah dalam situasi itu,” katanya, dengan nada masih terasa getir. “Mereka semua seolah menunggu kesalahan sekecil apa pun untuk mengkritik saya. Akun media sosial saya dipenuhi dengan hinaan dan komentar jahat. Saya selalu berperilaku baik, jadi saya tidak mengerti.”
Puncaknya terjadi suatu sore di April 2017. Saat itu Milan, di bawah pelatih Vincenzo Montella, menjamu Empoli.
Artikel Terkait
Eksklusif: Bek yang Pernah Bermain dengan Messi dan Ronaldo Akhirnya Buka Suara
Gol Reza Gemakan Indonesia Arena, Futsal Garuda Lolos ke Semifinal
PSM Makassar Terancam Degradasi, Pelatih Baru Dikritik Gagal Temukan Formulasi
Howe Bantah Keras Rumor Arsenal Incar Tonali