De Sciglio Ungkap Penolakan ke Liverpool dan Luka Masa Lalu di Milan

- Selasa, 03 Februari 2026 | 22:00 WIB
De Sciglio Ungkap Penolakan ke Liverpool dan Luka Masa Lalu di Milan
De Sciglio Buka Suara

Mattia De Sciglio punya cerita. Bek yang pernah membela raksasa Italia, AC Milan dan Juventus, itu baru-baru ini mengungkap sebuah penawaran yang ditolaknya. Tahun 2017, saat dirinya memutuskan hengkang dari San Siro, bukannya Anfield, Liverpool, yang dipilihnya. Turin menjadi tujuannya.

Kisah perjalanan kariernya ia sampaikan dalam sebuah wawancara intim dengan Corriere della Sera. De Sciglio, yang kini berusia 33 tahun, adalah produk murni akademi Milan. Jejaknya di Serie A juga sempat berlanjut ke Empoli, sebelum petualangan singkat di Lyon, Prancis. Secara total, ia mengoleksi lebih dari 200 penampilan di liga domestik Italia dan 28 di panggung elit Liga Champions.

Namun begitu, awal mula segalanya hampir saja berbeda. Bukan di Milanello, melainkan di Appiano Gentile.

“Saya bisa saja bermain untuk Inter saat masih kecil,” aku De Sciglio.

“Mereka memanggil saya untuk uji coba, tetapi saya ditolak karena terlalu pendek. Milan datang tak lama kemudian, dan saya melalui sektor junior hingga debut Liga Champions saya pada usia 18 tahun,” kenangnya.

Debut dini itu ternyata membawanya ke periode yang kelam. De Sciglio menjadi bagian dari skuat Milan di era yang jauh dari kejayaan. Tekanan datang bertubi-tubi, dan ia merasa jadi kambing hitam yang tidak adil.

“Beberapa penggemar dan media mengidentifikasi saya sebagai pihak yang bersalah dalam situasi itu,” katanya, dengan nada masih terasa getir. “Mereka semua seolah menunggu kesalahan sekecil apa pun untuk mengkritik saya. Akun media sosial saya dipenuhi dengan hinaan dan komentar jahat. Saya selalu berperilaku baik, jadi saya tidak mengerti.”

Puncaknya terjadi suatu sore di April 2017. Saat itu Milan, di bawah pelatih Vincenzo Montella, menjamu Empoli.

“Kami tertinggal dua gol pada menit ke-70, dan Montella memutuskan untuk mengganti saya. Saya marah. Itu adalah pergantian pemain yang tidak pernah saya mengerti,” ujarnya.

Ia merasa dirinya hanya ‘alat’ untuk mengalihkan perhatian dari kegagalan tim. “Sepertinya itu hanya cara untuk menggunakan saya untuk menutupi momen sulit bagi seluruh tim.”

Lalu, saat ia berjalan keluar lapangan, sesuatu yang pahit terjadi.

“Saat saya pergi, sorakan ejekan terdengar di sekitar saya. Hari itu, saya menyadari bahwa saya tidak bisa lagi melanjutkan seperti itu; kisah saya dengan Milan telah berakhir.”

Keputusan untuk pergi pun matang. Musim panas 2017, ia resmi pindah ke Juventus. Di sini, fakta menarik terungkap. Rupanya, ada opsi lain yang lebih glamor secara sportif.

“Liverpool juga menginginkan saya,” akunya. “Tetapi saya memilih Turin karena Allegri berada di bangku pelatih dan timnya sangat kuat.”

Baginya, bergabung dengan Juventus adalah bentuk pembalasan yang manis. “Berada di ruang ganti para juara dan bermain di pertandingan Eropa sebagai protagonis… itu adalah balas dendam yang menyenangkan setelah periode yang sulit.”

Sayangnya, petualangan itu kini terhenti. Setelah masa pinjamannya di Empoli berakhir pada musim 2024-2025, Juventus tak memperpanjang kontraknya. Saat ini, Mattia De Sciglio masih seorang pemain tanpa klub, menanti babak baru dalam kariernya.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar