Eksklusif: Bek yang Pernah Bermain dengan Messi dan Ronaldo Akhirnya Buka Suara

- Selasa, 03 Februari 2026 | 22:00 WIB
Eksklusif: Bek yang Pernah Bermain dengan Messi dan Ronaldo Akhirnya Buka Suara
Artikel Olahraga

MADRID Coba tebak, pemain mana yang pernah merasakan langsung bermain bersama dua legenda sepakbola, Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo? Namanya Ezequiel Garay. Bek tangguh asal Argentina ini punya pengalaman langka itu. Dulu dia membela Real Madrid, lalu juga memperkuat timnas negaranya. Posisinya yang unik ini membuat pendapatnya soal siapa yang terhebat selalu ditunggu.

Garay menghabiskan tiga tahun di Santiago Bernabeu, tepatnya dari 2008 hingga 2011. Masa-masa itu adalah periode ketika Cristiano Ronaldo baru saja tiba dan mulai membangun dinastinya. Garay menyaksikan langsung bagaimana CR7 menjelma menjadi mesin gol, yang akhirnya memecahkan semua rekor sebagai pencetak gol terbanyak Los Blancos.

Di sisi lain, hubungannya dengan Messi lebih lama. Mereka sudah satu tim sejak level muda, bahkan bersama-sama menjuarai Piala Dunia U-20 untuk Argentina. Garay sendiri tampil 32 kali untuk Albiceleste.

Nah, ketika ditanya siapa pemain terbaik yang pernah ia temani, jawabannya langsung keluar. Tidak ada keraguan.

"Tidak, (Ronaldo bukan yang terbaik). Nomor satu adalah Leo dan nomor dua adalah Cristiano, tanpa ragu," tegas Garay dalam wawancaranya dengan DAZN.

Menurutnya, keduanya adalah pemain yang sangat berbeda. Tapi yang paling membuatnya terpana adalah Messi. "Saya cukup beruntung bisa bermain dengan keduanya, dan Leo adalah pemain yang luar biasa," tambahnya.

Namun begitu, Garay juga mengakui hal lain tentang Ronaldo. Dedikasi dan etos kerja CR7 itu luar biasa. Kisah-kisah tentang kedisiplinannya sudah seperti legenda.

Carlos Tevez, rekan lain yang pernah satu tim dengan keduanya, pernah bercerita. Saat di Manchester United, Ronaldo selalu yang pertama datang dan terakhir pulang.

"Jika kami berlatih pukul sembilan pagi, Anda tiba pukul delapan, dia sudah ada di sana. Pukul setengah tujuh, dia sudah ada di sana," kenang Tevez.

"Suatu hari saya tiba pukul enam pagi untuk menjemputnya dan dia sudah ada di sana. Setengah tertidur tetapi dia ada di sana."

Garay membenarkan cerita itu. Setelah Ronaldo pindah ke Madrid, ia melihat sendiri rutinitas gila itu. "Dia yang pertama datang pukul 6 pagi dan yang terakhir pergi. Rutinitasnya padat: gym, pemanasan, fisioterapi… semuanya untuk selalu berada dalam kondisi terbaik," jelas Garay.

Tapi, baik Garay maupun Tevez, tetap menempatkan Messi di posisi teratas. Alasannya sederhana: bakat alami. Messi seolah terlahir dengan bola di kakinya.

Tevez pernah berkomentar soal perdebatan GOAT ini. "Cristiano benar-benar berbeda dari Messi. Ketika Leo memulai kariernya, dia tidak berlatih di gym. Cristiano ada di sana pagi, siang, dan malam. Leo selalu bersama bola. Cristiano harus bekerja keras dan mempersiapkan diri untuk menjadi yang terbaik, itu datang secara alami bagi Leo."

Yang menarik, kedua megabintang ini belum menunjukkan tanda-tanda pensiun. Ronaldo masih terikat kontrak dengan Al-Nassr hingga 2027. Messi juga masih bersinar di Inter Miami, dengan kontrak sampai 2028.

Bahkan, ada spekulasi mereka mungkin bertemu lagi di Major League Soccer. Sementara itu, di level internasional, keduanya diprediksi masih akan membela negara masing-masing di ajang besar mendatang. Perdebatan siapa yang terhebat mungkin tak akan pernah berakhir. Tapi pengalaman langsung dari orang-orang seperti Ezequiel Garay ini setidaknya memberi kita sudut pandang yang sangat istimewa.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar