“Kami tertinggal dua gol pada menit ke-70, dan Montella memutuskan untuk mengganti saya. Saya marah. Itu adalah pergantian pemain yang tidak pernah saya mengerti,” ujarnya.
Ia merasa dirinya hanya ‘alat’ untuk mengalihkan perhatian dari kegagalan tim. “Sepertinya itu hanya cara untuk menggunakan saya untuk menutupi momen sulit bagi seluruh tim.”
Lalu, saat ia berjalan keluar lapangan, sesuatu yang pahit terjadi.
“Saat saya pergi, sorakan ejekan terdengar di sekitar saya. Hari itu, saya menyadari bahwa saya tidak bisa lagi melanjutkan seperti itu; kisah saya dengan Milan telah berakhir.”
Keputusan untuk pergi pun matang. Musim panas 2017, ia resmi pindah ke Juventus. Di sini, fakta menarik terungkap. Rupanya, ada opsi lain yang lebih glamor secara sportif.
“Liverpool juga menginginkan saya,” akunya. “Tetapi saya memilih Turin karena Allegri berada di bangku pelatih dan timnya sangat kuat.”
Baginya, bergabung dengan Juventus adalah bentuk pembalasan yang manis. “Berada di ruang ganti para juara dan bermain di pertandingan Eropa sebagai protagonis… itu adalah balas dendam yang menyenangkan setelah periode yang sulit.”
Sayangnya, petualangan itu kini terhenti. Setelah masa pinjamannya di Empoli berakhir pada musim 2024-2025, Juventus tak memperpanjang kontraknya. Saat ini, Mattia De Sciglio masih seorang pemain tanpa klub, menanti babak baru dalam kariernya.
Artikel Terkait
PSM Makassar Lepas Belenggu, Dua Rekrutan Baru Siap Didaftarkan
Eksklusif: Bek yang Pernah Bermain dengan Messi dan Ronaldo Akhirnya Buka Suara
Gol Reza Gemakan Indonesia Arena, Futsal Garuda Lolos ke Semifinal
PSM Makassar Terancam Degradasi, Pelatih Baru Dikritik Gagal Temukan Formulasi