Isu yang beredar di hari terakhir bursa transfer Januari cukup mengejutkan: Sandro Tonali dikait-kaitkan dengan Arsenal. Kabar itu langsung dibantah keras oleh sang pelatih di Newcastle, Eddie Howe. Gelandang Italia itu disebut-sebut sebagai target darurat Mikel Arteta, yang memang sedang kelimpungan mencari pengganti Mikel Merino yang harus menjalani operasi kaki.
Merino dipastikan absen panjang, mungkin hingga akhir musim. Situasi itulah yang mendesak Arsenal untuk bergerak. Meski Arteta dan direktur teknisnya, Andrea Berta, aktif mencari, hasilnya nihil. Tak satu pun pemain baru yang berhasil diboyong ke Emirates Stadium.
Di tengah keheningan itu, nama Sandro Tonali tiba-tiba mencuat. Pemain berusia 23 tahun itu sebenarnya sedang menjalani musim yang solid di bawah asuhan Howe, dengan catatan 92 penampilan untuk The Magpies. Performa konsistennya itu rupanya menarik minat sejumlah raksasa Eropa. Arsenal disebut sedang mempertimbangkannya secara serius.
Tapi, Newcastle tak butuh waktu lama untuk bereaksi. Klub dengan tegas menyatakan rumor itu tak berdasar. Posisi ini sejalan dengan pernyataan agen Tonali, Giuseppe Riso.
“Kami tidak pernah berbicara dengan Arsenal. Newcastle tidak pernah berniat melepas Tonali pada Januari. Tidak ada apa-apa di balik isu ini. Kami bahkan tidak membahasnya,” tegas Riso, seperti dikutip Daily Star.
Howe Tegaskan Posisi Tonali
Menjelang laga penting leg kedua semifinal Carabao Cup melawan Manchester City, Kamis dini hari nanti, Howe akhirnya buka suara. Pelatih itu menegaskan bahwa Tonali tidak akan ke mana-mana.
“Kami sama sekali tidak berniat kehilangan Sandro. Dia sangat bahagia di sini, menikmati bermain untuk Newcastle dan mencintai kota ini,” ujar Howe.
Howe bahkan mengungkapkan bahwa ia sudah berbicara langsung dengan sang pemain untuk memastikan fokusnya.
“Saya berbicara dengannya kemarin. Fokusnya ada di sini bersama kami. Tidak ada masalah. Dia bahagia dan berkomitmen,” lanjutnya.
Lalu, bagaimana dengan kemungkinan saga transfer yang bisa mengganggu, seperti yang pernah terjadi pada Alexander Isak? Howe menjawab dengan realistis.
“Pemain terbaik kami pasti dilirik klub lain. Itu realitas sepak bola. Kami ingin menjaga tim tetap utuh dan terus berkembang. Sandro bagian penting dari rencana itu,” ucap pelatih berusia 48 tahun itu.
Tantangan Berat Menanti di Carabao Cup
Sementara urusan transfer sudah jelas, tantangan di lapangan justru semakin berat. Newcastle menghadapi tugas nyaris mustahil di leg kedua semifinal Carabao Cup. Mereka tertinggal agregat 0-2 dari Manchester City setelah kalah di kandang sendiri.
Antoine Semenyo yang membuka keunggulan City, lalu Rayan Cherki menggandakannya di menit-menit akhir. Sekarang, The Magpies harus mencetak minimal tiga gol tanpa kebobolan jika ingin melangkah ke final Maret mendatang. Situasinya tidak mudah.
Formasi tim pun sedang tidak bagus-bagus amat. Newcastle gagal menang dalam tiga laga terakhir di semua kompetisi. Mereka kalah dari Aston Villa dan Liverpool, lalu cuma mampu imbang melawan Paris Saint-Germain.
Di sisi lain, Manchester City tampil lebih mapan. Tim besutan Pep Guardiola itu baru meraih kemenangan atas Wolverhampton Wanderers dan Galatasaray, serta bermain imbang melawan Tottenham Hotspur. Momentum jelas ada di pihak mereka.
Artikel Terkait
PSM Makassar Diprediksi Selamat dari Degradasi, Persis Solo dan Madura United Terancam
Pembalap Muda Indonesia Sabian Fathul Ilmi Juarai Seri Kedua Yamaha R3 BLU CRU Asia-Pasifik di Australia
Simeone Akui Arsenal Pantas ke Final Usai Atletico Madrid Tersingkir di Semifinal Liga Champions
Bayern Munchen Vs PSG: Laga Hidup Mati Perebutkan Tiket Final Liga Champions