Imigrasi Beri Opsi Izin Tinggal Khusus bagi WNA Terdampak Pembatalan Penerbangan Timur Tengah

- Rabu, 04 Maret 2026 | 12:35 WIB
Imigrasi Beri Opsi Izin Tinggal Khusus bagi WNA Terdampak Pembatalan Penerbangan Timur Tengah

Konflik militer di Timur Tengah yang melibatkan AS dan Iran ternyata dampaknya sampai juga ke sini. Bukan cuma soal geopolitik, tapi ribuan penumpang yang tiba-tiba terjebak. Penerbangan ke dan dari kawasan itu dibatalkan berturut-turut, membuat sejumlah warga negara asing di Indonesia khawatir izin tinggalnya kedaluwarsa.

Nah, menyikapi hal ini, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) pun bergerak. Mereka mengeluarkan kebijakan khusus buat WNA yang terdampak. Lewat akun media sosial resminya, Direktorat Jenderal Imigrasi mengimbau mereka untuk segera datang ke kantor imigrasi terdekat. Tujuannya, mengajukan Izin Tinggal Keadaan Terpaksa atau ITKT.

"Bagi WNA terdampak pembatalan penerbangan akibat penutupan ruang udara Timur Tengah, harap segera melaporkan diri ke kantor imigrasi terdekat," tulis pengumuman itu, yang dilihat Rabu (4/3/2026).

Permintaannya jelas: mereka harus bawa bukti. Surat keterangan atau dokumen apapun dari maskapai maupun otoritas bandara yang menyatakan penerbangannya benar-benar batal. Ini jadi syarat utama. Dengan begitu, pihak imigrasi bisa memberikan toleransi dan menghindarkan mereka dari status overstay yang tak diinginkan.

Di sisi lain, situasi di Bandara Soekarno-Hatta memang masih berantakan. Data terbaru dari pengelola bandara, PT Angkasa Pura I, mencatat ada 15 penerbangan lagi yang dibatalkan pada Rabu pagi. Rutenya mencakup Abu Dhabi, Doha, Dubai, Jeddah, hingga Muscat.

Pjs. Asst. Deputy Communication and Legal Bandara Soekarno-Hatta, Aziz Fahmi Harahap, membeberkan rinciannya. "Berdasarkan pelaporan data operasional hingga pukul 07.00 WIB pada 3 Maret 2026 tercatat 15 penerbangan rute Timur Tengah dibatalkan," katanya.

Maskapai-maskapai besar seperti Emirates, Qatar Airways, Etihad, Saudia, dan Oman Air masih menjadi yang paling terpukul. Bahkan Garuda Indonesia untuk rute Doha ikut terdampak.

Meski begitu, ada secercah kabar baik. Angka 15 penerbangan yang batal hari ini ternyata sedikit menurun dibanding hari sebelumnya, yang mencapai 18 pembatalan. Tapi kalau dihitung total sejak 28 Februari, angkanya sudah mengkhawatirkan.

"Secara kumulatif, sejak 28 Februari 2026 hingga hari keempat ini, total 60 penerbangan rute Timur Tengah dari dan menuju Bandara Soekarno-Hatta telah dibatalkan," ungkap Aziz.

Jadi, situasinya begini: sementara bandara berusaha menata ulang jadwal yang berantakan, imigrasi mencoba memberikan solusi administratif. Harapannya, para pelancong yang terdampar ini tak perlu dibebani lagi dengan masalah hukum keimigrasian di tengah situasi yang sudah cukup pelik.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar