Namun begitu, langkah itu justru menjadi bumerang. Alih-alih mengejar ketertinggalan, pertahanan mereka jadi terbuka lebar. Indonesia, dengan kecerdikan membaca permainan, memanfaatkannya dengan sempurna.
Dewa Rizky dan Ardiansyah Nur (yang mencetak dua gol) sukses menambah gol justru dari momen-momen transisi setelah kegagalan serangan powerplay Thailand. Satu-satunya gol hiburan untuk sang lawan dicetak oleh Krit Aransanyalak. Tapi itu tak cukup. Laga berakhir dengan kedudukan 6-1.
Kemenangan ini membuat poin Indonesia menyamai Thailand di puncak klasemen. Lantas, bagaimana bisa jadi juara? Kuncinya ada di rekor head-to-head. Karena mengalahkan Thailand secara langsung, maka gelar juara itu sah menjadi milik Indonesia. Sebuah pencapaian yang membanggakan, diraih lewat permainan kolektif yang solid dan taktis.
Artikel Terkait
De Sciglio Ungkap Penolakan ke Liverpool dan Luka Masa Lalu di Milan
Eksklusif: Bek yang Pernah Bermain dengan Messi dan Ronaldo Akhirnya Buka Suara
Gol Reza Gemakan Indonesia Arena, Futsal Garuda Lolos ke Semifinal
PSM Makassar Terancam Degradasi, Pelatih Baru Dikritik Gagal Temukan Formulasi