Di Hotel Arya Duta, pada 17 dan 18 Januari mendatang, suasana dipastikan akan tegang. Organisasi massa Gerakan Rakyat bakal menggelar Rakernas pertamanya di tahun 2026. Bukan sekadar rapat rutin. Pertemuan yang diikuti sekitar 2000 orang ini punya agenda yang benar-benar menentukan masa depan: tetap jadi ormas, atau berani berubah menjadi partai politik?
Keputusan besar itu tak akan diambil secara sepihak. Sarifadhila Aziz, juru bicara mereka, menegaskan bahwa semua pengurus dari 38 DPW dan 402 DPD se-Indonesia akan dilibatkan. Setiap suara dari daerah diharapkan bisa terdengar.
Namun begitu, ada isu lain yang tak kalah panas. Rakernas kali ini mengusung tema "Kedaulatan Ekologis: Kembalikan Hutan Indonesia". Pilihannya bukan tanpa alasan. Menurut ketua panitia, tema ini adalah respons langsung terhadap kondisi lingkungan Indonesia yang kian memprihatinkan, terlebih setelah bencana alam yang menghantam Sumatera baru-baru ini.
Di sisi lain, panggung politik nasional juga jadi perhatian. Rakernas rencananya akan membahas usulan mekanisme Pilkada yang dipilih langsung oleh DPRD. Bagi Gerakan Rakyat, usulan itu dinilai berbahaya, sebuah ancaman serius bagi kedaulatan rakyat dan bisa mengubah lanskap politik Indonesia di masa depan.
Artikel Terkait
Di Persimpangan Kekuasaan: Ormas yang Berdiri di Luar atau Masuk ke Arena Politik?
Prabowo Langsung Tinjau IKN, Sinyal Komitmen atau Sekadar Kunjungan Seremonial?
Komisi II Buka Pintu untuk Revisi UU Pemilu, Usul Gabung dengan RUU Pilkada
LBH Ansor Bongkar Kelemahan Hukum Kasus Gus Yaqut