TANGERANG Emilia Nova kembali. Di atas lintasan atletik SEA Games Thailand 2025, atlet berusia 30 tahun itu tak hanya kembali, ia menaklukkan. Setelah sekian lama hilang diterpa badai cedera, "Ratu Gawang" Indonesia ini membuktikan tekadnya lebih kuat dari segala rintangan. Buktinya? Sebuah medali emas yang dibawa pulang, plus rekor nasional baru yang dipecahkan.
Comeback-nya ini memang terasa emosional. Bayangkan, hampir tiga tahun ia absen. Cedera lutut parah mengharuskannya dua kali menjalani operasi. Banyak yang sudah meragukan, apakah ia masih bisa kembali ke performa terbaiknya? Tapi di Bangkok, semua keraguan itu dijawab dengan sempurna. Emilia tak cuma bawa pulang emas dan perak, tapi juga memecahkan rekor nasional dan mencatatkan waktu terbaik pribadi. Sungguh sebuah pembuktian yang luar biasa.
Kejutan terbesarnya terjadi di nomor sapta lomba, sebuah ajang yang sangat menguras tenaga. Di Stadion Supachalasai, dengan total 5.497 poin, ia berhasil naik ke podium tertinggi. Angka fantastis itu sekaligus menghapus rekor nasional lama yang bertahan di angka 5.252 poin.
Persaingannya sendiri sangat ketat. Emilia harus berjuang mati-matian melawan wakil Vietnam, Hoang Thanh Giang, yang akhirnya meraih perak. Posisi ketiga diraih atlet Filipina, Sarah Dequinan.
Sebelum gemilang di sapta lomba, sebenarnya Emilia sudah lebih dulu mengamankan medali perak di nomor spesialisasinya, lari gawang 100 meter. Catatan waktunya 13,27 detik, hanya selisih tipis dari rekan senegaranya, Dina Aulia.
Setibanya di Bandara Soekarno-Hatta, Rabu lalu, wajah Emilia jelas memancarkan kebahagiaan dan kelegaan. Ia mengakui, perjalanan menuju medali kali ini jauh lebih berat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Proses rehabilitasi pasca-operasi bukan cuma ujian fisik, tapi lebih merupakan pertarungan mental yang melelahkan.
"Perjuangan beberapa tahun terakhir lumayan berat karena operasi dua kali, tapi alhamdulillah Emil bisa comeback stronger,"
ungkapnya kepada awak media yang menunggu.
Prestasi di Bangkok ini tak ia jadikan akhir perjalanan. Justru sebaliknya, ini adalah batu loncatan. Sekarang, matanya sudah tertuju ke target yang lebih besar: Asian Games 2026. Ambisinya jelas, ingin mengulang kenangan manis saat ia meraih medali di edisi 2018 dulu. Perjalanan sang ratu, rupanya, masih panjang.
Artikel Terkait
PSG ke Final Liga Champions Dua Musim Beruntun Usai Kalahkan Bayern Munich di Kandang
Bayern Munchen Gagal ke Final Liga Champions Usai Ditahan Imbang PSG
El Clásico Indonesia Persija vs Persib Resmi Dipindahkan ke Stadion Segiri Samarinda
Manchester United Incar 15 Pemain untuk Perombakan Skuad Besar-besaran demi Kembali ke Papan Atas