MURIANETWORK.COM - Bali United harus mengakui keunggulan Persebaya Surabaya dengan skor 1-3 dalam laga kandang di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Sabtu (7/2/2026). Kekalahan ini memperpanjang catatan negatif Serdadu Tridatu yang belum meraih kemenangan dalam tiga pertandingan terakhir di BRI Super League 2025/26. Salah satu pilar tim, Rahmat Arjuna, secara terbuka menyampaikan permintaan maaf kepada suporter atas hasil yang mengecewakan tersebut.
Permintaan Maaf dari Rahmat Arjuna
Atmosfer di Stadion Kapten I Wayan Dipta jelas tak sesuai harapan. Kekalahan telak di depan pendukung sendiri meninggalkan kekecewaan mendalam, terutama bagi pemain yang turun bertarung. Rahmat Arjuna, gelandang Timnas U-23 yang membela Bali United, mengakui betapa beratnya rasa kekalahan ini.
Dengan penuh kesadaran, ia menyatakan permohonan maaf atas nama diri dan rekan-rekannya kepada ribuan suporter setia yang terus mendukung tim. Ungkapan tanggung jawab itu disampaikannya sebagai bentuk penghargaan atas loyalitas yang tak pernah surut.
“Kami semua tentu kecewa dengan hasil ini. Saya pribadi ingin meminta maaf kepada suporter yang sudah mendukung kami. Mudah-mudahan ke depan kami bisa tampil lebih baik dan meraih hasil yang maksimal,” tuturnya.
Arjuna juga menegaskan komitmennya untuk bangkit. Ia berjanji akan bekerja lebih keras bersama seluruh skuad guna memperbaiki performa tim di pertandingan selanjutnya.
Analisis Jalannya Pertandingan
Persebaya datang dengan strategi yang efektif dan eksekusi tajam. Mereka tak memberi ruang bagi tuan rumah untuk menguasai ritme permainan sejak awal. Tekanan itu akhirnya berbuah gol di menit ke-26, ketika Mihailo Perovic dengan cerdik mengeksploitasi celah di pertahanan Bali United.
Meski mencoba bangkit sebelum turun minum, upaya Bali United belum membuahkan hasil. Situasi justru makin sulit di babak kedua. Niat untuk mengejar ketertinggalan malah membuat pertahanan mereka terbuka lebar.
Persebaya dengan telak memanfaatkan kondisi itu. Alfan Suaib menggandakan keunggulan pada menit ke-69. Hanya berselang empat menit, Risto Mitrevski semakin memperlebar jarak melalui eksekusi bola mati yang apik, membuat skor menjadi 0-3.
Gol penghiburan dari Bali United baru tercipta menjelang akhir laga. Sepakan keras Jordy Bruijn dari luar kotak penalti pada menit ke-88 berhasil membobol gawang Persebaya. Sayangnya, gol tersebut hanya menjadi penyempurna skor di akhir pertandingan yang sudah ditentukan.
Mencari Titik Balik di Laga Berikutnya
Kekalahan ini tentu berdampak pada posisi Bali United di papan tengah klasemen sementara. Namun, dalam persepakbolaan, momentum bisa berubah cepat. Peluang untuk membalikkan keadaan segera terbuka.
Tim asuhan pelatih Stefano Cugurra Teco akan kembali menjalani laga kandang pada Minggu (15/2/2026) mendatang. Kali ini, lawan yang menanti adalah Persija Jakarta. Pertemuan big match ini dipandang sebagai kesempatan emas bagi Serdadu Tridatu untuk menghentikan tren negatif dan mengawali momentum positif.
Dukungan penuh dari suporter di Stadion Kapten I Wayan Dipta nanti akan kembali menjadi energi krusial. Hasil pertandingan melawan Persija nantinya tidak hanya soal poin, tetapi juga tentang pemulihan kepercayaan diri dan perjalanan tim sepanjang sisa kompetisi.
Artikel Terkait
Tiket Early Bird Laga Penentu Persib vs Ratchaburi di GBLA Dibuka
Veda Ega Pratama Catat Lap Terbanyak di Tes Moto3 Portimao yang Diguyur Hujan
Medan Jadi Kandidat Utama Tuan Rumah Piala AFF U-17 dan U-19 2026
Manchester United Incar Sandro Tonali, Harga Diprediksi Capai £100 Juta