Nah, Santos juga sudah mengingatkan anak asuhnya agar tak mudah terbawa emosi. Apalagi, Arema FC tercatat sebagai tim dengan koleksi kartu merah terbanyak di Super League. Kartu merah, jelasnya, cuma akan merugikan tim sendiri.
"Derby Jatim itu memang sulit baik bagi Arema maupun Persebaya," ucap Santos. "Tapi pemain sudah siap mental, saya sudah kasih tahu taktik dan caranya."
Menurut dia, selain fokus dan mengendalikan emosi, faktor mental sangat krusial dalam laga derbi seperti ini. Kalau ketiganya bisa dijaga, taktik yang sudah disusun punya peluang besar untuk berjalan mulus.
"Mental pemain sudah siap," katanya dengan yakin. "Saya mengingatkan pemain agar tidak dapat kartu merah. Dari latihan, mereka sudah mulai fokus untuk lawan Persebaya. Saya yakin dapat tiga poin dan Arema naik lagi di atas. Karena Aremania butuh lihat Arema di atas."
Soal performa, kedua tim sebenarnya sedang tidak dalam kondisi terbaik. Persebaya, misalnya. Dari lima laga terakhir, mereka cuma menang sekali. Tiga kali imbang, dan sekali kalah.
Bajul Ijo kini ada di posisi 8 klasemen sementara dengan 15 poin. Di sisi lain, Arema juga baru saja menelan kekalahan kandang dari Persija Jakarta.
Dari lima pertandingan terakhir, tim John Alfarizi cs meraih dua kemenangan, dua imbang, dan sekali kalah. Singo Edan mengumpulkan 15 poin juga, tapi berada satu strip di bawah Persebaya, yaitu di posisi 9.
Artikel Terkait
Turnamen Domino di Palangka Raya Jadi Ajang Pencarian Atlet untuk Kejurnas 2026
Hodak Ingatkan Persib Tak Boleh Lengah Meski Puncaki Klasemen
Timnas Indonesia U-17 Turunkan Skuad Terbaik Hadapi Timor Leste di Piala AFF
Barcelona Pertimbangkan Tur Asia 2026 untuk Penuhi Aturan Finansial La Liga