Manchester Soal masa depan Darwin Núñez, pendapat Marcel Desailly cukup menarik. Legenda Chelsea itu yakin, striker Uruguay itu masih punya banyak hal untuk dibuktikan di Liga Premier. Menurutnya, ada dua klub yang cocok: Chelsea dan Manchester United.
Núñez hengkang dari Liverpool musim panas lalu. Dia dijual ke Al-Hilal dengan harga sekitar £46 juta. Di Saudi, catatannya cukup solid: sembilan gol dari 24 penampilan. Tapi kemudian, situasi berubah.
Masalahnya muncul setelah kedatangan Karim Benzema. Klub-klub Saudi punya aturan ketat: hanya boleh mendaftarkan delapan pemain asing (yang lahir sebelum 2023) dalam skuad 25 pemain. Núñez, sayangnya, harus mengalah dan kehilangan slotnya untuk Benzema.
Artinya, dia masih bisa main di Liga Champions AFC, tapi untuk sisa musim Liga Pro Saudi? Tidak. Posisinya tergeser.
Tak heran, kabar burung mulai berembus. Núñez dikabarkan ingin balik ke Eropa. Tottenham disebut-sebut tertarik. Tapi Desailly punya saran lain.
“Saya senang melihat dia ingin kembali ke sepak bola Eropa – ini menunjukkan uang bukanlah segalanya,” ujar Desailly.
Dia lantas menyebut dua nama.
“Klub seperti Chelsea, atau Manchester United yang baru, akan menjadi yang terbaik untuknya. Dia perlu dikelilingi oleh pemain-pemain mapan dan percaya diri yang tahu mereka akan bermain setiap akhir pekan dan yang akan memberinya bola pada kesempatan pertama,” lanjutnya.
Menurut Desailly, itu kunci utama. Núñez butuh kepercayaan dan pelayanan cepat.
“Itulah detail kecilnya – ketika dia berlari, dia perlu segera mendapatkan bola. Jika tidak, dia akan cepat kehilangan kepercayaan diri,” jelas mantan bek tengah itu.
Desailly tetap yakin kualitas Núñez masih tinggi. Dia bahkan membandingkan fase sulit striker itu dengan kesulitan yang pernah dialami legenda seperti Dennis Bergkamp dan Roberto Carlos di awal karier mereka.
“Saya sebenarnya akan merekomendasikan Núñez untuk Chelsea. Dia pemain yang sangat bagus, pemain yang cerdas – dia hanya membutuhkan lingkungan yang tepat untuk tampil,” tegas Desailly.
“Ketika Liverpool mengidentifikasi potensinya, mereka tahu apa yang mereka miliki secara statistik. Tetapi ketika Anda memulai dengan buruk, kepercayaan diri menghilang dan pertimbangan dari orang-orang di sekitar Anda pun ikut hilang.”
“Ini seperti Dennis Bergkamp pergi ke Inter Milan – semuanya berjalan salah. Atau Roberto Carlos di awal kariernya, menendang bola ke tribun penonton. Kepercayaan diri tidak ada,” katanya memberi analogi.
“Itulah yang terjadi pada Núñez di Liverpool. Tetapi kualitasnya masih ada.”
Poinnya jelas: menurut Desailly, kegagalan Núñez di Anfield lebih soal lingkungan dan kepercayaan diri, bukan soal bakat. Dan di Premier League, peluang untuk membuktikannya masih terbuka lebar.
Artikel Terkait
Timnas U-19 Indonesia Bantai Myanmar 3-0, Dimas Adi Jadi Bintang dengan Dua Gol
Indonesia Open 2026 Siap Digelar di Istora, 248 Atlet dari 22 Negara Rebutkan Hadiah Rp25 Miliar
Timnas U-19 Indonesia Bantai Myanmar 3-0 di Laga Perdana Piala AFF U-19 2026
Simon Santoso, Pebulu Tangkis Terakhir yang Juarai Indonesia Open Tunggal Putra 14 Tahun Lalu