Bentrokan Penjara Ekuador Tewaskan 4 Orang dan Lukai 30 Lebih
Machala, Ekuador - Setidaknya empat orang tewas dan lebih dari 30 orang terluka dalam bentrokan berdarah di sebuah penjara di Ekuador. Kerusuhan ini melibatkan penggunaan senjata api dan bahan peledak, menandai gelombang terbaru kekerasan di sistem penjara negara Amerika Selatan tersebut.
Kronologi Bentrokan Berdarah di Penjara Machala
Insiden kekerasan ini terjadi pada dini hari, sekitar pukul 03.00 waktu setempat, di dalam penjara Machala yang terletak di barat daya Ekuador. Warga sekitar melaporkan mendengar suara tembakan, ledakan keras, dan teriakan minta tolong yang berasal dari dalam kompleks penjara.
Menurut pernyataan resmi dari otoritas penjara SNAI Ekuador, bentrokan tersebut menewaskan empat orang. Korban luka mencapai 33 narapidana ditambah seorang petugas polisi yang bertugas. Tim polisi elite kemudian dikerahkan untuk memasuki penjara dan berhasil mengambil alih kendali situasi.
Latar Belakang Kekerasan Penjara di Ekuador
Penjara-penjara di Ekuador telah lama menjadi pusat operasional bagi geng-geng penyelundup narkoba yang saling bersaing. Data menunjukkan lebih dari 500 narapidana tewas dalam berbagai pertempuran antarkelompok yang memperebutkan kendali atas perdagangan narkoba ilegal.
Bentrokan terbaru di Machala ini diduga kuat terkait dengan rencana pemerintah untuk memindahkan beberapa narapidana ke penjara baru berkeamanan maksimum. Fasilitas baru yang dibangun pemerintahan Presiden Daniel Noboa ini rencananya akan diresmikan bulan ini di provinsi lain.
Sejarah Kekerasan di Penjara Machala
Ini bukan pertama kalinya penjara Machala menjadi lokasi kerusuhan berdarah. Pada akhir September lalu, konfrontasi bersenjata di penjara yang sama telah menewaskan 13 narapidana dan seorang petugas penjara, memperlihatkan pola kekerasan yang berulang di sistem penjara Ekuador.
Artikel Terkait
Menteri Keuangan Israel Ultimatum Hamas: Serahkan Senjata atau Hadapi Pendudukan Gaza
Menlu RI Tegaskan Komitmen HAM dan Soroti Isu Palestina di Dewan HAM PBB
Ramadhan di Tenda Bencana: Solidaritas yang Tetap Hidup di Tengah Runtuhnya Rumah
Iran dan Rusia Sepakati Kesepakatan Senjata Rahasia Senilai Setengah Miliar Euro