Gempa bumi rasanya sudah jadi bagian dari keseharian kita di Indonesia. Sepanjang 2025 saja, getarannya terjadi puluhan ribu kali. Bayangkan, angka yang tercatat mencapai lebih dari 40.000 kejadian.
Data resmi ini datang dari Daryono, Kepala Bidang Gempa Bumi dan Tsunami BMKG. Ia menyampaikan keterangannya pada Jumat, 2 Januari.
"Sepanjang tahun 2025, BMKG mencatat 43.439 kejadian gempa bumi di Indonesia," ujar Daryono.
Namun begitu, dari sekian banyak getaran itu, hanya sebagian kecil yang benar-benar terasa atau bahkan merusak. Menurut Daryono, gempa dengan kekuatan di bawah magnitudo 5 mendominasi, yaitu 43.286 kejadian. Sementara yang M≥5 berjumlah 153 kali.
"Dari seluruh kejadian tersebut, 973 gempa dirasakan oleh masyarakat, dan 25 gempa di antaranya menimbulkan kerusakan," tambahnya.
Kalau dilihat peta sebarannya, Pulau Jawa terlihat paling ramai digoyang gempa. Tapi ya, itu mungkin karena jaringan sensor di Jawa lebih padat, jadi deteksinya lebih sensitif.
Yang menarik, Agustus 2025 kemarin seperti bulan yang sibuk. Beberapa gempa merusak terjadi beruntun dalam rentang waktu yang singkat. Catatan kami menunjukkan setidaknya ada tiga peristiwa penting:
Gempa berkekuatan M 6,3 mengguncang Sarmi, Papua, pada 12 Agustus.
Lalu, Poso di Sulawesi Tengah digoyang gempa M 5,8 pada 17 Agustus.
Tak lama setelahnya, Karawang, Jawa Barat, merasakan getaran dari gempa M 4,7 pada 20 Agustus.
Jadi, meski gempa kecil terjadi hampir setiap hari, yang besar dan berdampak nyata jumlahnya tak banyak. Tapi data ini mengingatkan kita: kewaspadaan dan kesiapsiagaan tak boleh kendor, di mana pun berada.
Artikel Terkait
Rooney Ingatkan Risiko Euforia United Strands, Cunha Tegaskan Fokus Hanya pada Poin
Tyler Morton Ungkap Kurangnya Kepercayaan dari Arne Slot Sebabkan Hengkang ke Lyon
Persib Dikabarkan Intip Kiper Belanda Ronald Koeman Jr.
Gempa Magnitudo 3,1 Guncang Sukabumi, Dirasakan di Piru