Dia juga menyoroti posisi Rusia di peringkat kedua dan China di peringkat ketiga dalam hal kepemilikan nuklir, dengan pernyataan bahwa China akan menyusul dalam waktu 5 tahun. Alasan inilah yang disebutnya mendasari keputusannya: "Karena negara-negara lain sedang menguji program, saya telah menginstruksikan Departemen Perang untuk memulai uji coba senjata nuklir kita secara setara. Proses itu akan segera dimulai."
Respons Tegas China Terhadap Rencana Trump
China langsung merespons pernyataan Trump tersebut. Pemerintah Beijing melalui juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, mengingatkan Washington untuk "secara sungguh-sungguh mematuhi" larangan uji coba nuklir global.
Guo menegaskan bahwa China mengharapkan Amerika Serikat mematuhi kewajiban perjanjian larangan uji coba nuklir komprehensif dan komitmennya terhadap larangan uji coba nuklir. China juga mendesak AS untuk mengambil tindakan nyata guna menjaga sistem perlucutan senjata dan nonproliferasi nuklir global, serta menjaga keseimbangan dan stabilitas strategis di dunia.
Kebijakan Trump ini diprediksi akan memicu ketegangan baru dalam dinamika keamanan global dan diplomasi internasional terkait pengendalian senjata nuklir.
Artikel Terkait
Liburan Lebaran, Ribuan Pengunjung Serbu Destinasi Wisata di Bandar Lampung
Vinícius Júnior: Generasi Baru Brasil Sudah Siap Perjuangkan Piala Dunia 2026
Anggota DPR Usulkan WFH Diterapkan di Hari Rabu, Bukan Jumat
Anggota DPR Ingatkan Pemerintah Soal Risiko Long Weekend dari WFH Hari Jumat